Karena itu, Greysia/Apriyani akan menjadi satu-satunya andalan Indonesia di nomor ganda putri. Namun, untuk mengantisipasi hal buruk, Eng membutuhkan satu pemain untuk bisa dipasangkan dengan Greysia atau Apriyani. Walaupun hal itu akan dilakukan jika kondisi Greysia/Apriyani berada dalam keadaan darurat.
“Hingga saat ini yang paling konsisten dan stabil hanya Greysia/Apriyani. Kalau saya pribadi, di ganda putri mau menurunkan yang terbaik. Semua pertimbangan membawa tiga pemain itu dilihat dari kebutuhan tim juga, yang terbaik untuk tim,” ungkap Eng, mengutip dari laman resmi PBSI, Jumat (10/5/2019).
“Ketut dipilih masuk tim karena dia paling fleksibel. Dilihat dari performance, lihat dari permainan, dia bisa dipasangkan dengan siapa saja, termasuk dengan Greysia dan Apriyani. Kemungkinan ubah kombinasi itu ada, tapi kalau keadaan darurat. Saya pribadi tetap ingin menurunkan yang terbaik, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya,” pungkasnya.
(Bagas Abdiel)