MUNDERFING – Dani Pedrosa memaparkan kesulitan utamanya saat masih menjadi pembalap MotoGP. Menurut Pedrosa, dia selalu kesulitan untuk melaju dengan cepat saat lintasan diguyur hujan. Trek yang basah menjadi musuh utama Pedrosa selama kariernya di dunia balap.
Pedrosa bahkan curhat ke ayahnya perihal dirinya yang tak bisa menjadi cepat di trek basah. Sang ayah diakui Pedrosa sampai kecewa dengan performanya yang cepat di trek kering tetapi melempem saat hujan mengguyur.
“Bagi saya hujan adalah sesuatu yang mustahil karena saya mengendarai motor di trek kering. Saya sangat buruk (di trek basah), sangat buruk sepanjang waktu - sangat buruk. Saya selalu berdiskusi dengan ayah saya karena dia sangat kecewa karena saya mungkin dengan mudah menang di trek kering, dan (hujan turun dari langit) kemudian saya yang terakhir,” ujar Pedrosa, seperti yang diwartakan Crash, Sabtu (12/1/2019).
BACA JUGA: Marquez Dinilai Lebih Berbahaya ketimbang Lorenzo
“Ayah saya selalu sangat kecewa dan kerap memiliki perasaan yang sangat buruk ketika hujan sehingga saya akan mengecewakan seseorang. Saya butuh bertahun-tahun (untuk mengatasi ini),” lanjut The Little Samurai –julukan Pedrosa.
Kesulitan yang dialami Pedrosa itu sekarang jadi pengalaman berharga baginya saat menjadi pembalap penguji KTM Red Bull. Pengalaman Pedrosa yang telah merasakan asam garam di lintasan balap diharapkan bisa membuat motor KTM, RC16, jadi lebih baik lagi pada musim depan.
(Andika Pratama)