"Bahkan di Palembang ini lebih unik karena di dalam Kompleks JSC juga disediakan 50 golf car untuk mobilisasi para tamu-tamu negara," tutur Erick.
Menurut Erick, di masa kurang dari 20 hari menjelang pelaksanaan ini, Palembang tetap harus menyempurnakan hal-hal berkaitan penyelenggaraan demi suksesnya kegiatan akbar yang terakhir kali digelar di Indonesia pada 1962 itu. Apalagi, ia melanjutkan, Asian Games di Indonesia sungguh berbeda dengan sebelumnya yang digelar di Incheon. Sebab, ada peningkatan 20% jumlah peserta. Saat ini, panitia menerima daftar atlet dan ofisial berjumlah 17.194 orang. Dari jumlah tersebut, 3.000 orang akan berada di Palembang.
"Kami berharap Palembang bersiap untuk menerima tamu-tamu negara ini. Ini penting karena kota ini memiliki visi di bidang pariwisata. Jika pariwisata maju, maka akan mendatangkan devisa," jelas Erick.
Sementara itu, menjelang perhelatan Asian Games, sejumlah arena olahraga di JSC sedang melakukan penginstalasian peralatan pertandingan. Untuk mendukung kegiatan itu, kompleks JSC sudah dinyatakan steril untuk masyarakat umum sejak pekan ini. Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games dengan menyelenggarakan 14 cabang olahraga, di antaranya boling, tenis lapangan, menembak, dayung, sepakbola wanita, skateboard, panjat dinding, dan lainnya.
(Djanti Virantika)