Sikap manja ini ternyata dibenarkan oleh sang bapak, Wasit Amin. Menurut dia, setiap ada waktu luang, anak bungsunya ini ingin selalu dekat. Bahkan saat menjalani pelatnas tidak segan-segan menghubunginya setiap waktu istirahat.
"Dia anak yang manja. Tiap hari, pagi sore selalu telefon maminya. Bahkan malam haripun sering telefon kalau dia sedang masuk pelatnas atau tanding di luar negeri," ungkap pria berusia 68 tahun itu.
Meski manja, kata dia, Juwita memang memiliki semangat tinggi untuk berprestasi, terutama di cabang olahraga wushu yang sudah membesarkan namanya. Pihaknya juga berpesan kepada anak bungsunya untuk tidak meninggalkan pendidikan formalnya.
"Prestasi olahraga harus sejalan dengan prestasi akademik. Itu harapan saya," kata bapaknya, menegaskan.
(Ramdani Bur)