KEMENANGAN yang didapatkan Markis Kido-Hendra Setiawan dari Koo Kien Keat-Tan Bon Heong menjadi pelecut semangat mereka di semifinal. Kemenangan perdana atas pasangan Malaysia itu seolah membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Kido-Hendra.
Bertemu dengan pasangan Denmark Lars Paaske-Jonas Rasmussen di semifinal tidak membuat Kido-Hendra gentar. Mereka memiliki rekor pertemuan 5-4 atas pasangan Denmark itu. Kido-Hendra pun dapat menyudahi pertandingan dua set langsung dengan kedudukan 21-19 dan 21-17.
Kido-Hendra pun tampil di partai final. Di partai puncak ini mereka harus melawan pasangan utama ganda putra China, Cai Yun-Fu Haifeng. Pasangan tuan rumah tentu lebih diunggulkan. Apalagi, kala itu pasangan tersebut sedang dalam masa-masa terbaiknya mendominasi dunia bulu tangkis.
Tekanan yang diberikan pendukung tuan rumah nyatanya membuat Kido-Hendra goyah. Di set pertama mereka harus tunduk dengan skor 12-21. Jauhnya perbedaan skor ini membuat sebagian besar harapan masyarakat Indonesia sirna.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Kido-Hendra. Di set kedua mereka telah memupuk kembali rasa percaya dirinya. Mereka berhasil tampil dominan dan malah menekan pasangan Cai-Fu yang memiliki beban mental untuk menjadi juara. Hasilnya Kido-Hendra mengakhiri set kedua dengan skor 21-11.
Pertandingan pun memasuki set akhir. Kido-Hendra tidak ingin kehilangan momentum yang sudah mereka ciptakan di set kedua. Mereka terus tampil menekan dan memojokkan Cai-Fu hingga pasangan tuan rumah itu tumbang dengan kedudukan 21-16. Sontak, seketika itu juga Kido-Hendra menjatuhkan diri di lapangan dan mengucap syukur sambil berlinangkan air mata.
(Ramdani Bur)