MARKIS Kido dan Hendra Setiawan adalah pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia yang namanya selalu terkenang dalam hati masyarakat. Pada 2008, kiprah mereka di Olimpiade Beijing membuahkan prestasi membanggakan bagi Indonesia. Mereka berhasil menyabet medali emas dan sekaligus menyambung tradisi emas tak pernah putus Indonesia di ajang olimpiade sejak 1992 dari nomor bulu tangkis, kala itu.
Prestasi Kido-Hendra itu tidak diraihnya dengan mudah.Sebelum tampil di Beijing, Hendra mengalami cedera pergelangan kaki kiri. Dokter pun menganjurkan Hendra untuk masuk ruang perawatan setidaknya selama 10 sampai 20 pekan. Meski begitu, Hendra mengabaikan nasihat dokter. Pria kelahiran Pemalang itu akhirnya menjalani latihan khusus untuk mendapatkan kebugarannya lagi dan terbang ke Beijing.
Pada putaran pertama, mereka sudah harus menghadapi pasangan tuan rumah, Xie Zhongbo-Guo Zhendong. Meski begitu, Kido-Hendra dapat menyudahi set pertama dengan skor 22-20. Namun, Atmosfer dari pendukung tuan rumah, membuat Kido-Hendra sempat tertekan. Di set kedua mereka tumbang dengan 10-21. Memasuki set penentuan, Kido-Hendra mendapatkan kepercayaan dirinya lagi, sekaligus menyudahi perlawanan tuan rumah dengan skor 21-17.
Kido-Hendra pun masuk ke babak perempat final. Mereka kini harus berhadapan dengan pasangan Malaysia, Koo Kien Keat-Tan Bon Heong. Laga itu bukanlah laga yang mudah bagi pasangan Indonesia. Pasalnya, meskipun kala itu mereka berstatus sebagai peringkat satu dunia, tapi mereka belum pernah sekalipun menang melawan Koo-Tan.
Rekor pertemuan Kido-Hendra dengan Koo-Tan selalu membuahkan kekalahan sebanyak enam kali untuk pasangan Indonesia. Namun, olimpiade adalah ajang yang berbeda. Di gelaran ini, segala statistik dan catatan pertemuan bisa menjadi tidak berlaku. Benar saja, Kido-Hendra mampu membenamkan pasangan Malaysia itu dua set langsung dengan skor 21-16, 21-18 sekaligus memastikan diri melaju ke semifinal. (Bersambung)
(Ramdani Bur)