BUENOS AIRES – Nasser Al-Attiyah berhasil menaklukkan juara bertahan Dakkar yang juga menggunakan mobil Mini, Nani Roma tahun ini. Pembalap berpaspor Qatar itu menyelesaikan perlombaan yang didominasinya dari awal hingga 13 tahapan yang tersedia.
Ia meraih kemenangan bersama co-driver, Mathieu Baumel yang berasal dari Prancis. Bermodalkan kekuatan mental dan analisis medan yang tajam, Al-Attiyah mengubah persaingan “terliar” dunia menjadi balapan tunggal dari tahapan kesembilan saat meninggalkan gurun Atacama menuju Calama, Cile.
Saat itu ia sudah unggul jauh dan memimpin 28 menit dari rival terdekatnya yang merupakan juara Dakar tahun 2009, Giniel de Villiers asal Afrika Selatan. De Villiers salah membaca petunjuk jalan dan membuatnya tertinggal.
Gelar Dakar ini merupakan yang kedua kalinya untuk Al-Attiyah dari 11 usaha percobaan untuk memenangkannya. Pria berusia 44 tahun itu memenangkan gelar pertamanya di tahun 2011.
“Saya senang saya memenangkannya. Momen ini sangat spesial bagi saya, fantastis karena kami mendominasi perlombaan dari awal dan mampu memegang kontrol sepanjang turnamen berlangsung,” tutur Al-Attiyah seperti dilansir Foxsports, Minggu (18/1/2015).
Selain mobil yang dilombakan pada ajang reli yang berlangsung dari Argentina hingga ke Cile ini, ada juga kategori motor dan truk. Roma menjadi jawara menggunakan KTM, sementara Ayrat Mardeev menang bersama Kamaz di kategori truk untuk tiga kalinya secara beruntun di reli Dakar.
(Fetra Hariandja)