RAMSEY – Jika Valentino Rossi setidaknya sanggup bertahan dua musim bersama Ducati, Cal Crutchlow hanya mampu semusim dengan kuda besi nan liar asal pabrikan Italia itu. Ternyata, Crutchlow menyadari bahwa dia dan Ducati seolah tak ditakdirkan bisa akur alias berjodoh.
Bukan hanya motor, tapi masalah yang terjadi dirasa joki asal Inggris pada musim 2014 juga karena gaya membalapnya yang tak cocok dengan karakter Ducati.
“Saya pikir masalahnya bukan pada motor saja. Saya orang pertama yang mengakui bahwa saya juga tak bisa mengendarainya dengan baik,” aku Crutchlow kepada Autosport, Rabu (31/12/2014).
Rider berusia 29 tahun yang kini memilih pindah ke LCR Honda itu juga merasa tak lagi bisa sepenuh hati tampil bersama Ducati, pasca-kecelakaan yang cukup parah di sesi kualifikasi race Austin, April lalu.
Crutchlow saat terjatuh dan cedera cukup parah di Austin
“Saya masih merasa percaya diri pada awalnya, sampai terjadi kecelakaan di Austin. Itu salah satu kecelakaan terparah dalam karier saya,” imbuh pembalap yang juga fans berat Manchester United tersebut.
“Setelah itu saya tak bisa punya keinginan untuk tampil ‘ngotot’ dan mengambil risiko terlalu besar seperti biasanya, sebelum saya bisa kembali percaya diri. Butuh waktu yang lama karena saya juga tak punya feel dan pemahaman yang baik soal motor,” tuntas Crutchlow.