FIENZE – Pembalap muda Max Verstappen mengungkapkan alasannya bergabung dengan Red Bull Junior dibanding bergabung dengan tim besar seperti Mercedes. Dia mengaku ingin mengikuti proses untuk masuk ke tim besar, dibanding langsung berada dalam tim superior.
Menurut Verstappen, Mercedes hanya fokus untuk mencari keberhasilan secara instan. Meskipun para petinggi pabrikan asal Jerman itu sudah menawari kesempatan kepada dirinya secara langsung.
“Well, kami sudah berbicara dengan Mercedes- bersama Toto (Wolff) dan Niki (Lauda)- dan hal ini sangat bagus, beberapa percakapan yang akrab tapi tidak ada yang serius. Kami hanya bicara apa yang mungkin, tapi di akhir kami membicarakan Red Bull di 2010 saat saya masih di go-karts,” kata Verstappen seperti dilansir Crash, Jumat (5/12/2014).
“Dan tentu saja pada akhirnya mereka menawari saya menjadi pembalap F1. Tapi pada akhirnya hal itu belum bisa diputuskan, itu hanya perasaan di antara mereka di mana saya harus pergi. Mercedes benar-benar fokus untuk menang di F1 pada saat itu dan Red Bull memiliki program junior,”sambungnya.
Lebih lanjut pembalap yang bergabung bersama Toro Rosso di musim 2015 ini juga mengaku jika dirinya belajar dari pengalaman sang ayah, Jos Verstappen yang mengawali kariernya di Formula One (F1) dari tim semenjana ke tim papan atas.
“Tapi saya selalu ingin berada di sini dan saya pikir itu benar-benar baik untuk memulai dalam tim seperti ini, tidak langsung berada dalam tim top karena hal itu dapat membunuh Anda. Seperti jika Anda melihat ke ayah saya, hal itu bisa berubah dengan cepat jadi saya pikir ini langkah yang baik untuk memulai dari sini,” tutup pemain berusia 17 tahun itu.
(Fetra Hariandja)