BALI - Garuda Speedy Bandung yang pada laga pertamanya di Seri Denpasar mengalahkan tim kuat CLS Knights Good Day Surabaya hari ini tidak mendapat kesulitan menundukkan NSH GMC Riau. Memberikan porsi bermain yang cukup banyak kepada center debutan, Dhiya Ulhaq, Garuda mengalahkan NSH GMC 84-37.
Meskipun mengandalkan Max Yanto sebagai big man, NSH GMC masih tetap kewalahan menghadapi pergerakan Hendrik Agustinus. Hendrik yang mengalami peningkatan kinerja setidaknya setelah ditangani oleh Coach Wan Amran menjadi meriam besar Garuda di bawah ring NSH GMC. Tambahan lima poin dari Hendrik melengkapi enam poin dari Hendru Ramli untuk membawa Garuda unggul sementara 21-8 di akhir kuarter pertama.
Kedua tim meraup hasil yang sama di kuarter kedua seperti layaknya di kuarter pertama. NSH GMC tetap mencetak hanya delapan poin sementara Garuda menambah 21 poin. Perbedaannya, Produktivitas Garuda di kuarter kedua justru meningkat. Dari 46 persen di kuarter pertama, naik menjadi 56 persen di kuarter kedua. Kinerja Vinton Nolland dan Indra Budiarto kini menjadi akumulator angka yang produktif.
NSH GMC kembali mencetak delapan angka di kuarter ketiga. Tidak terlalu buruk jika mengingat mereka berhasil mencetak angka ditengah rapatnya pertahanan Garuda yang tidak memberikan kesempatan kepada Ryan Febriyan dan kawan-kawan untuk mengembangkan permainan. NSH GMC berhasil memanfaatkan field goals yang sempit untuk hasil maksimal walaupun hanya delapan angka.
Menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 59-24, serangan Garuda tidak pernah kendur sedikit pun. NSH GMC berhasil menambah 13 angka di kuarter terakhir. Sementara Garuda tetap dominan dengan tambahan 25 poin. Forward Garuda, Vinton Nolland menunjukan performa dahsyat dengan mencetak double-double, 16 poin dan 13 rebound. Dhiya Ulhaq sendiri meraih 12 poin dan 2 rebound
(Achmad Firdaus)