JAKARTA - Kekalahan yang diderita Maria Kristin pada laga final tunggal putri Indonesia Open Super Series 2008 bukan disebabkan faktor kekalahan skill ataupun kemampuan. Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Minggu (22/6/2008), Maria harus mengakui keunggulan tunggal putri China Zhu Lin, 21-18 17-21 21-14.
Maria mengaku penyebab kekalahannya adalah faktor stamina. Selain itu, Maria harus mengatasi cedera lutut yang sedikit mengganggunya. Meskipun sempat mencuri set kedua, namun kondisi fisik dan cedera lutut yang dialaminya membuat Maria tidak bisa berbuat banyak di set penentu.
"Saya capek. Kemarin saya masih bisa bertahan, tapi di set ketiga tadi saya mulai mengalami kelelahan," ujar Maria.
"Sebenarnya capek itu biasa mas, cuman karena lutut bermasalah di set ketiga saya tidak mampu berbuat banyak," ujar Maria.
Saat dikonfirmasi mengenai jalannya pertandingan, Maria mengaku kewalahan karena Zhu Lin selalu memberi bola-bola tinggi.
"Permainan bola-bola tingginya membuat saya susah mengejar," tambah pebulutangkis peringkat 49 dunia itu.
Meski mengaku kecewa dengan kekalahannya itu, namun Maria mengaku tidak akan terlalu memusingkan hasilnya di Indonesia Open Super Series saat ini. Dara kelahiran Tuban itu lebih memilih mempersiapkan diri menjelang Olimpiade di Beijing.
"Saya tidak terlalu memusingkan kekalahan ini. Saya lebih memilih untuk persiapan Olimpiade. Dan fokus latihan saya selanjutnya adalah menguatkan kaki," Â tutup Maria.
(Toto Pribadi)