JAKARTA - Kekalahan pasangan ganda putra Tony Gunawan/Chandra Wijaya di final Indonesia Open Super Series 2008 dari pasangan Malaysia Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari memupus impian mereka membuat double winner di kejuaraan yang sama.
Sebelumnya, pasangan ganda 'gado-gado' ini menargetkan juara kedua kalinya di turnamen yang sama setelah berhasil merebut juara pada 2006 lalu.
Namun, meski mengaku kecewa, Tony/Chandra tetap optimistis menatap turnamen di tahun 2008 ini. Turnamen terdekat yang akan diikuti adalah Taiwan Open dan Jepang Open. Targetnya pun jelas, juara!
Saat dikonfirmasi mengenai kekalahannya di final Minggu (22/6/2008) siang ini, pasangan veteran ini mengakui bahwa faktor fisik dan hilangnya konsentrasi menjadi penyebab utama kekalahan mereka.
"Di set kedua fisik kami memang merosot dan konsentrasi kami sering hilang. Hal itu dapat dilihat dari serangan kami yang agak berkurang, tidak seperti set pertama," kata Chandra.
Selain alasan itu, pasangan Chandra, Tony Gunawan juga mengakui jika pasangan Malaysia tersebut bermain cukup bagus. "Ganda Malaysia itu mempunyai drive cukup bagus sehingga menyulitkan kami," terang Tony.
Dari rekor pertemuan, ganda Malaysia masih unggul 2-1. Satu kemenangan sebelumnya dibukukan pada Indonesia Open Super Series 2007. Sedangkan, kekalahan di Zakry/Fairuzizuan dialami pada Malaysia Open Super Series 2008.
(Ahmad Dani)