Saat ini F1 Tak Bisa Diprediksi

Alain Prost (kiri) saat finis kedua di GP Belanda pada 1985 bersama Niki Lauda (tengah) dan Ayrton Senna/Getty Images

Alain Prost (kiri) saat finis kedua di GP Belanda pada 1985 bersama Niki Lauda (tengah) dan Ayrton Senna/Getty Images

MONACO – Bekas juara dunia F1 Alain Prost menilai saat ini F1 tidak bisa diprediksi. Situasi sekarang ini berbeda jauh dengan masa-masa ketika dia masih membalap di era 1980-an dulu.

 

Prost merupakan pembalap legendaris asal Prancis pemegang empat titel juara dunia, yakni 1985, 1986, 1989, dan 1993. Hanya Juan Manuel Fangio dan Michael Schumacher yang mempunyai titel lebih banyak daripada Prost.

 

Menjelang GP Monaco akhir pekan ini, F1 sudah menghadirkan lima pembalap dari lima tim yang berbeda sebagai juara. Jenson Button (McLaren), Fernando Alonso (Ferrari), Nico Rosberg (Mercedes), Sebastian Vettel (Red Bull), Pastor Maldonado (Spanyol) sudah merasakan manisnya kemenangan.

 

“Kamu tidak bisa membandingkan dengan situasi yang kami alami 10, 20, atau 30 tahun yang lalu. F1 telah berubah dan terlalu sulit diprediksi,” kata Prost seperti dikutip dari Autosport, Sabtu (26/5/2012).

 

“Bagi pemirsa televisi, situasi yang tidak diprediksi semacam ini jelas bagus tapi bagi para mekanik di setiap tim, hal tersebut adalah mimpi buruk,” ujar Prost.

 

Saat ditanya siapa yang dia favoritkan sebagai juara dunia musim ini, Prost menjawab pembalap McLaren Jenson Button.Tapi sekarang dirinya menjadi tidak yakin.

 

“Di awal musim, sebelum dimulainya seri pertama, saya kira titel akan jatuh ke tangan Jenson Button. Tapi hari ini saya tidak tahu. Mungkin masih tetap Jenson karena dia lebih konsisten tahun ini tapi saya tidak yakin,” kata Prost.

(auz)