PALEMBANG - Rumput di lapangan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan rusak setelah ditutup triplek dan terpal yang disiapkan untuk upacara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI.
Helmi Yahya selaku penanggungjawab upacara pembukaan dan penutupan SEA Games, mengatakan telah mengetahui kondisi itu karena sudah dihubungi pihak Pemprov Sumsel.
"Konsep acara pembukaan dan penutupan akan menampilkan elektrik kanvas, jadi saat ini lapangan sudah ditutup tripleks sehingga berakibat pada kerusakan rumput lapangan stadion," kata Helmy kepada wartawan di Palembang, Sabtu (5/11/2011).
Dijelaskan Helmi, keadaan itu harus diterima untuk menyukseskan pembuka SEA Games di Palembang. Setiap acara di seluruh dunia yang mengunakan konsep elektrik kanvas, pasti akan mengalami hal yang sama.
"Pihak Inasoc telah mengetahui hal itu, dan kami pun telah menyerahkan urusan perbaikan rumput tersebut setelah SEA Games kepada mereka," ujar dia.
Penanggungjawab aset Pemprov Sumsel di Jakabaring telah meminta pertanggungjawaban event organizer atas kerusakan rumput itu. "Untuk membuat rumput yang bagus di lapangan tentunya tidak mudah, karena bisa membutuhkan waktu empat bulan. Selain itu biayanya pun terbilang mahal sehingga kami meminta pertanggungjawaban event organizer," ujar Rusli Nawi.
Dia mengharuskan rumput Stadion Jakabaring direnovasi dan dikembalikan seperti semula, agar dapat digunakan pertandingan sepak bola. "Setelah SEA Games harus dibenahi, jika tidak maka Sriwijaya FC tidak bisa main di sini," pungkasnya.
(Achmad Firdaus)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.