DANI Pedrosa buka suara untuk menjawab tuduhan Valentino Rossi terkait bantuan menuju gelar juara dunia MotoGP 2015 yang dimenangi Jorge Lorenzo. Ia bersikeras tidak punya maksud jahat.
Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015 memang panas. Apalagi, ada insiden tendangan maut dari Rossi kepada Marc Marquez di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia, yang melegenda.
Kemudian, seri terakhir yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Cheste, Spanyol, juga tidak kalah kontroversial. Pasalnya, Rossi harus start dari posisi belakang gara-gara aksinya kepada Marquez.
The Doctor mesti berjuang keras untuk menyalip satu per satu lawan demi meraih gelar juara dunia. Di sisi lain, ia menggantungkan harapan agar Lorenzo tidak memenangi balapan.
Yang terjadi, Lorenzo keluar sebagai pemenang MotoGP Valencia 2015 di depan Marquez dan Pedrosa. Dua nama terakhir disebut-sebut sengaja mengalah demi kompatriotnya jadi juara dunia.
Pedrosa, yang dulu pernah jadi musuh bebuyutan Lorenzo, jelas tidak terima dituduh balapan dengan setengah hati. Ia bersikeras sudah berusaha untuk meraih kemenangan.
“Tentu saja, saya berjuang keras untuk memenangi balapan tersebut,” tegas Pedrosa, dikutip dari Motosan, Sabtu (17/10/2026).
Tuduhan itu muncul karena di fase-fase akhir, Marquez dan Pedrosa sebetulnya bisa memangkas jarak dengan Lorenzo, bahkan kungkin berpeluang menyalip. The Little Spaniard kemudian memberikan klarifikasi.
“Di akhir, mereka (Lorenzo dan Marquez) lebih lambat karena ban (mulai habis). Saya memiliki lebih banyak grip dan melaju lebih kencang, tapi saya selalu ada di batas kemampuan,” tutup Pedrosa.
Pada akhirnya, Lorenzo keluar sebagai juara dunia MotoGP 2015 yang merupakan titel ketiganya. Sedangkan, Rossi harus gigit jari karena batal merebut gelar kedelapan di kelas premier.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.