Inisiatif pertama adalah Eco Jersey, yang membawa prinsip ekonomi sirkular ke dalam pakaian para pelari. Jersey dibuat dengan memanfaatkan material dari limbah botol plastik dan tekstil.
Tahun ini, Pertamina berkolaborasi dengan Manta Liberta dalam pengembangan material tersebut. Penggunaan material daur ulang. Inisiatif ini diproyeksikan dapat menyerap pemanfaatan sekitar 210.000 botol plastik atau sekitar 2,5 ton sampah plastik.
Berikutnya adalah Eco Innovation, yang membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut mencari solusi atas persoalan sampah. Pertamina berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui roadshow ke SMP dan SMA, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan inovasi pengolahan sampah di lingkungan sekolah.
Pesan keberlanjutan juga diperkuat melalui Eco Talent, dengan melibatkan KOL, kru, dan para artis sebagai bagian dari penyampaian pesan mengenai kebiasaan ramah lingkungan. Sementara Eco Production menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam produksi acara, antara lain melalui optimalisasi material daur ulang dan material sewaan, penggunaan kembali elemen produksi tahun sebelumnya, serta pemanfaatan unsur greenery.
Pada sisi pengelolaan sampah, Eco Waste Management diterapkan sejak rangkaian road to event hingga acara utama. Targetnya bukan sekadar mengurangi penggunaan plastik, tetapi memastikan material yang digunakan dapat dikumpulkan dan diolah kembali. Dengan target 14.000 pelari, Didi memperkirakan penggunaan sekitar 220.000 botol plastik berukuran 600 mililiter atau setara sekitar 2,5 ton sampah botol plastik.