Share

Mantan Pembalap Red Bull Racing, Daniel Ricciardo Ungkap Momen Berkembangnya Max Verstappen

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 37 2672089 mantan-pembalap-red-bull-racing-daniel-ricciardo-ungkap-momen-berkembangnya-max-verstappen-TZWcsZf2qm.jpg Daniel Ricciardo ketika masih menjadi pembalap Red Bull Racing (Foto: Twitter/@danielricciardo)

MANTAN pembalap Red Bull Racing, Daniel Ricciardo ungkap momen berkembangnya Max Verstappen akan dibahas pada artikel ini. Pembalap McLaren, Daniel Ricciardo buka suara tentang titik balik seorang Max Verstappen hingga bisa menjadi pembalap hebat.

Menurut Daniel Ricciardo, itu terjadi pada musim 2018. Momen tersebut terjadi di mana rekan setimnya di Red Bull Racing itu menjadi semakin dewasa di dalam dan di luar trek.

Max Verstappen

Max Verstappen memulai debutnya di ajang Formula 1 pada GP Australia 2015 bersama tim Toro Rosso. Momen itu membuatnya menjadi pembalap termuda yang berkompetisi di balapan jet darat paling bergengsi di dunia itu, yakni dalam usia 17 tahun dan 166 hari.

Setelah menghabiskan satu musim dengan Toro Rosso, pembalap asal Belanda itu langsung dipromosikan ke tim induk mereka, yakni Red Bull, pada musim 2016. Dia menggantikan Daniil Kvyat untuk berduet dengan Daniel Ricciardo.

BACA JUGA:Jelang Lawan Curacao, Ini Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Wakil CONCACAF

Max Verstappen pun membayar tuntas kepercayaan tim asal Austria itu dengan memenangkan balapan debutnya di GP Spanyol 2016. Alhasil, dia kembali mengukir sejarah sebagai pembalap termuda yang sukses meraih kemenangan di F1.

Akan tetapi, gaya balapnya bisa dibilang masih sangat mentah saat itu. Dia sering mengalami kecelakaan dan bertabrakan dengan pembalap lain. Pembalap kelahiran Belgia itu pun selalu finis di belakang Daniel Ricciardo dalam klasemen akhir pada musim 2016 dan 2017.

Namun, pada musim 2018, Max Verstappen akhirnya sukses mengakhiri musim dengan hasil yang lebih baik dari seniornya yang berasal dari Australia itu dengan selisih 79 poin di depannya. Menurut Daniel Ricciardo, pada tahun itulah Max Verstappen berkembang menjadi pembalap yang hebat karena semakin dewasa di dalam maupun di luar trek sehingga bisa tampil lebih konsisten.

Max Verstappen

“Dia (Verstappen) sudah membuktikan kecepatannya dari 2016. Tetapi pada 2018, saya ingat empat atau lima balapan pertama dia mengalami crash dan melakukan cukup banyak kesalahan,” kata Daniel Ricciardo dilansir dari Planet F1, Rabu (21/9/2022).

“Namun, dia dengan cepat menemukan cara untuk memperbaikinya dan menjadi dewasa. Saya pikir pada 2018 dia berkembang pesat dari anak laki-laki menjadi pria dewasa, serta dia juga menjadi lebih dewasa di luar trek. Itulah yang membuat hasil balapannya jadi lebih konsisten,” imbuhnya.

Bahkan, performa apik pembalap berusia 24 tahun itu di F1 2018 kabarnya menjadi alasan Daniel Ricciardo cabut ke Renault. Hal itu pun membuat Kepala Tim Red Bull, Christian Horner, menyebut Daniel Ricciardo sebagai seorang pengecut karena lari dari persaingan dengan juniornya itu.

Sejak itu, kemampuan Max Verstappen pun terus terasah sebagai pembalap utama Red Bull. Dan puncaknya, dia berhasil meraih gelar juara F1 perdananya pada 2021 lalu lewat balapan dramatis yang penuh kontroversial di Abu Dhabi kontra Lewis Hamilton.

Kini, Max Verstappen dalam perjalan menuju gelar juara F1 keduanya. Dia memimpin 116 poin di puncak klasemen atas Charles Leclerc yang duduk di posisi kedua dan dalam skenario yang ada, dia berpeluang mengunci gelar juara F1 2022 pada balapan selanjutnya di Singapura pada awal Oktober mendatang. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini