“Saya adalah pekerja keras, ketika saya sampai di paddock saya banyak bekerja, tetapi saya punya masalah: saya tidur sangat larut,” kata Lorenzo dilansir dari Motosan, Jumat (25/3/2022).
“Jika saya lebih disiplin, tidur lebih banyak dan tidur dua jam lebih awal, saya akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Itu adalah satu-satunya titik kelemahan saya. Saya juga banyak diganggu oleh teman-teman saya yang membuat saya tidur lebih larut,” imbuhnya.

Pada akhirnya, Lorenzo memutuskan pergi dari Yamaha pada musim 2017 untuk hijrak ke tim pabrikan Ducati. Lalu, setelah dua musim bersama tim asal Italia itu, dia pindah ke Repsol Honda.
Sayangnya, mantan pembalap berpostur 171 cm itu terlalu sering cedera dan tak bisa menemukan sentuhan terbaiknya bersama Honda dan tak pernah lagi menambah koleksi gelarnya. Alhasil, dia memilih untuk gantung helm pada akhir musim 2019 dan meneruskan karier sebagai pembalap tes Yamaha sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya sebagai komentator MotoGP 2022.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.