Tim Bulu Tangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, BWF Minta Maaf Langsung ke KOI

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 40 2513579 tim-bulu-tangkis-indonesia-dipaksa-mundur-dari-all-england-2021-bwf-minta-maaf-langsung-ke-koi-cJBweSPE79.jpg Presiden BWF Poul-Erick Hoyer bertemu Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari. (Foto/Antara)

NUSA DUA – Tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur saat berlaga pada turnamen All England 2021 yang berlangsung pada Maret silam. Meski sudah berlalu, Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erick Hoyer menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Permintaan maaf itu disampaikan Hoyer usai menyaksikan laga final ganda putra BWF World Tour Finals 2021. Pertandingan berlangsung di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu.

Foto/PBSI

Dalam kesempatan tersebut, Oktohari menyampaikan bahwa dirinya tidak mempunyai masalah pribadi dengan BWF. Ia hanya membela kepentingan atlet Indonesia yang pada saat itu dipaksa mundur dari All England.

Baca juga: Rumor Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021, Begini Tanggapan PBSI

"Saya katakan bahwa saya tak punya masalah pribadi. Tapi sebagai representatif Indonesia di bidang olahraga yang juga mewakili warganet, wajar jika saya membela kepentingan atlet," ujar Oktohari dalam rilis pers KOI, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Hadapi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021, 16 Wakil Terbaik Indonesia Diturunkan

"Ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung, meski sebelumnya juga sudah diutarakan secara terbuka. Pak Anton juga katakan bahwa kejadian All England menjadi yang pertama bagi BWF meminta maaf karena sebelumnya tidak pernah,” kata dia melanjutkan.

Insiden All England 2021 berawal ketika seluruh pebulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen karena satu pesawat dengan penumpang yang terinfeksi Covid-19. Berdasarkan regulasi Badan Kesehatan Inggris NHS, para pemain pun harus menjalani karantina selama 14 hari.

Okto, sapaan akrab Raja Sapta, mengatakan bahwa kejadian tersebut bagaimanapun tetap membekas apalagi skuad Merah Putih disebut sempat menerima perlakuan diskriminatif dari BWF maupun panitia.

"Tapi yang sudah terjadi kan telah terjadi. Sekarang bagaimana kami, KOI, PBSI, Badminton Asia, dan BWF berkomunikasi ke depannya," kata dia.

Foto/KOI

“Tanggapan Presiden BWF adalah dia akan selalu memprioritaskan Indonesia. Termasuk, katanya terlihat di Badminton Festival 2021 karena tiga turnamen yang terselenggara di Bali," tuturnya.

Sementara itu, Hoyer mengatakan di depan Okto bahwa Indonesia memiliki arti penting bagi dirinya.

“Indonesia lebih besar dibanding Anda dan saya. Sebab, Indonesia dan bulu tangkis selalu ada di hati saya,” ucap Hoyer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini