ZHANJIANG – Atlet China berusia 14 tahun, Quan Hongchan, merasakan berkah dari medali emas yang diraihnya dalam Olimpiade Tokyo 2020. Dia mendapatkan bantuan untuk mengobati ibunya yang tengah sakit.
Desa Maihe di Zhanjiang merupakan tempat tinggal Hongchan. Karena prestasi Hongchan, desanya didatangi oleh banyak orang.

Hongchan viral bukan hanya karena mendapatkan emas pada usia belia, melainkan juga kisah pribadinya. Bocah 14 tahun itu makin dikenal setelah mengatakan perjuangannya di Olimpiade Tokyo 2020 adalah untuk mengobati ibunya yang sedang sakit.
Dilansir dari Independent, Senin (9/8/2021), kisah itu berhasil mengetuk hati pemilik sebuah Rumah Sakit di Zhanjiang. Rumah sakit itu berjanji akan menyediakan berbagai perawatan medis yang dibutuhkan oleh sang ibu.
BACA JUGA: Raih Medali Emas, Atlet 14 Tahun China Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020 untuk Obati Ibunya
Tidak hanya itu, Federasi Industri dan Perdagangan Kota Zhanjiang mengatakan, bahwa tiga perusahaan di Zhanjiang akan memberinya rumah, toko kue ,dan bonus untuknya. Kisah Hongchan benar-benar membuat haru pencinta olahraga di seluruh dunia.
Hongchan dan keluarganya juga telah ditawari tiket gratis seumur hidup ke beberapa taman hiburan, kebun binatang, dan penginapan. Seorang pengusaha lokal bahkan menawarkan uang tunai 200.000 yuan atau setara Rp444 juta kepada ayahnya, tetapi ditolak.
Atlet muda sensasional itu juga telah ditawari persediaan seumur hidup dari suguhan lokal favoritnya “Latiao.” Sekadar informasi, Latiao adalah camilan pedas yang terbuat dari tepung terigu dan cabai.
Hongchan berasal dari keluarga pertani yang tinggal di desa kecil. Selain mengumpulkan biaya untuk pengobatan sang ibu, dia juga membantu mencukupi kebutuhan keluarganya yang berpenghasilan rendah. Keluarga Hongchan terdiri dari tujuh orang, termasuk dirinya.

Kini, ketenarannya membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke Zhangjiang dan menyebabkan kekacauan lalu lintas. Alhasil, desa tempat tinggal Hongchan kini telah ditutup untuk orang dari luar. Pemerintah menutup wilayah itu untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 di sana.
Di platform media sosial mirip Twitter milik China, Weibo, tagar “cara melihat rumah Quan Hongchan yang menjadi hotspot foto internet” telah dilihat lebih dari 25 juta kali. Akan tetapi, beberapa pengguna juga mengkritik perilaku tidak masuk akal para penggemar yang memadati desa asal Hongchan.
"Meskipun pencapaiannya layak diakui oleh seluruh masyarakat, bagaimanapun juga, dia adalah seorang remaja yang kesederhanaannya perlu dilindungi dari pemujaan yang gila-gilaan,” tulis salah satu pengguna Weibo yang tidak setuju dengan perilaku tersebut.
Prestasi Hongchan tidak hanya membawa berkah untuk diri sendiri, tetapi juga keluarganya. Dengan umur 14 tahun, masa depan Hongchan di dunia lompat indah masih amat panjang.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.