TOKYO - Perenang Belanda berdarah Indonesia, Ranomi Kromowidjojo, gagal unjuk gigi di Olimpiade Tokyo 2020. Dia pulang dengan tangan hampa ke negaranya, Belanda.
Sekadar informasi, Ranomi turun dalam empat nomor sekaligus, yaitu di nomor 50 meter gaya bebas putri, 100 meter gaya bebas putri, 4x100 meter gaya bebas putri, dan 4x100 meter gaya ganti estafet campuran. Akan tetapi, nasih baik belum berpihak kepadanya.

Pada nomor 50 meter gaya bebas putri, Ranomi hanya menempati urutan keempat dengan catatan waktu 24,30 detik. Dia kalah 0,09 detik dari peraih medali perunggu, Pernille Blume.
Sementara itu, pada nomor 100 m gaya bebas putri, dia hanya menempati urutan 16 dengan catatan waktu 53,71 detik. Dia pun gagal melaju ke babak final.
BACA JUGA: Berdarah Indonesia, Perenang Cantik Ranomi Kromowidjojo Bela Belanda di Olimpiade Tokyo 2020
Selanjutnya, Ranomi dan kawan-kawan gagal meraih medali pada nomor 4x100 m gaya bebas putri. Mereka hanya menempati urutan keempat karena kalah dari Australia (emas), Kanada (perak), dan Amerika Serikat (perunggu).
Adapun pada nomor 4x100 m gaya ganti estafet campuran, mereka hanya menempati urutan enam dengan total waktu 3 menit 40,58 detik. Alhasil, Naomi gagal merebut satu pun medali di Olimpiade Tokyo 2020.
Hasil mengecewakan itu bertolak belakang dengan prestasi Ranomi pada olimpiade sebelumnya. Pada Olimpiade Beijing 2008, dia sukses meraih medali emas di nomor 4x100 meter gaya bebas.

Medali emas kembali diraihnya pada Olimpiade London 2012. Bahkan, Ranomi menggondol medali emas tersebut pada dua nomor sekaligus, yaitu 100 m dan 50 m gaya bebas putri.
Meski gagal pada Olimpiade Tokyo 2020, perjuangan Ranomi dan kawan-kawan patut diapresiasi. Mereka bisa membayar kegagalan ini di Olimpiade Paris 2024 mendatang.
(Andika Pratama)