"Sebagai satu-satunya judoka wanita di Afghanistan, saya harus berlatih dengan pria. Sayangnya, ada begitu banyak tabu sosial yang berhubungan dengan perempuan bermain olahraga di negara saya,” lanjut wanita berusia 28 tahun tersebut.

Meskipun dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020 Shaheen harus menjunjung bendera pengungsi, dirinya tetap bangga. Bahkan, Shaheen juga mengaku akan bangga dengan masa depan negaranya di berbagai ajang besar dunia lainnya.
“Saya akan bangga jika dalam jangka panjang saya dapat dianggap sebagai panutan bagi gadis atau wanita lain di Afghanistan. Saya pribadi percaya bahwa Afghanistan membutuhkannya. Saya bangga terlibat dalam masa depan negara saya," tukas Shaheen.
(Rachmat Fahzry)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.