BEIJING - China ingin mencatatkan rekor pengiriman atlet terbanyak dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Negeri Tirai Bambu itu akan mengirimkan lebih dari 400 atlet untuk mengikuti pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Media pemerintah China melaporkan bahwa jumlah tersebut lebih banyak dari Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

Kantor berita Xinhua melaporkan, China hingga kini telah mengamankan 318 slot pada 224 nomor pertandingan di 30 cabang olahraga.
Baca juga: Eks Pelari Tercepat Asia Tenggara Bicara soal Peluang Lalu Muhammad Zohri di Olimpiade Tokyo 2020
Di Olimpiade 2016 Rio, China itu juga mencatat sejarah dengan mengirimkan 416 atlet yang berkompetisi di 26 cabang olahraga. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dari negara-negara lain peserta Olimpiade.
Baca juga: Panitia Imbau Masyarakat Jepang Tak Padati Rute Maraton Olimpiade Tokyo 2020
China membidik medali emas dalam beberapa cabang olahraga Olimpiade di Tokyo, antara lain loncat indah, tenis meja, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, dayung, berlayar, renang, dan voli putri.
Meski mencatat rekor pengiriman atlet terbanyak ke Olimpiade Tokyo, namun China mendapati tim bola basket putra mereka justru gagal lolos ke pesta olahraga terakbar. Catatan itu menjadi yang pertama kalinya dalam 37 tahun terakhir.
Panitia penyelenggara Tokyo 2020 telah melarang penonton luar negeri menghadiri Olimpiade. Namun mereka sepakat untuk membatasi jumlah penonton untuk setiap arena pertandingan hingga 10.000 orang atau hanya 50 persen dari kapasitas stadion, demikian Reuters.
Sementara itu Jepang menegaskan tak akan menunda Olimpiade Tokyo meski masih masa pandemi covid-10. Penyelangara akan melakukan protokol super ketat aar kasus covid-19 tidak meningkat
(Rachmat Fahzry)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.