NEW JERSEY – Perenang ternama asal Amerika Serikat (AS), Michael Phelps, coba memberikan prediksi mengenai persaingan yang bakal tersaji dari cabor renang di Olimpiade Tokyo 2020. Ya, Phelps sedikit ragu bakal ada rekor yang terpecahkan di Olimpiade Tokyo 2020.
Dengan ditundanya Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun depan, memang memberikan dampak besar terhadap persiapan para atlet. Ya, para atlet setidaknya memiliki tambahan satu tahun untuk mempersiapkan diri, termasuk juga para perenang yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak merasa yakin bahwa persaingan di cabor renang pada Olimpiade Tokyo 2020 bakal berlangsung sengit. Bahkan tidak sedikit yang percaya bakal banyak rekor baru yang tercipta di Olimpiade Tokyo 2020.

Akan tetapi pandangan berbeda justru diutarakan oleh Phelps mengenai kans banyaknya rekor yang terpecahkan di Olimpiade Tokyo 2020. Perenang berusia 35 tahun tersebut ragu bahwa rekor-rekor baru baru bakal bermunculan pada pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.
Baca Juga: Demi Dapat Tiket Tambahan ke Tokyo, PABSI Kirim Atlet Angkat Besi ke Ajang Pra-Olimpiade
Pasalnya, Phelps memiliki pandangan bahwa ditundanya Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun depan justru memberikan dampak besar terhadap beban para atlet. Ya, Phelps pun yakin tekanan itulah yang bisa membuat perenang kurang fokus saat beraksi di Olimpiade Tokyo 2020.
“Terdapat beberapa atlet di luar sana yang bisa berlatih sesuai keinginan. Mereka berenang sebagaimana harusnya, dan mereka mampu terus berkembang,” jelas Phelps, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, Minggu (13/12/2020).
“Akan tetapi sayangnya, pengunduran ini (Olimpiade Tokyo) satu tahun akan menghasilkan kesulitan yang lebih besar daripada yang dipikirkan semua orang,” sambung perenang yang sepanjang kariernya telah meraih 23 medali emas dalam empat Olimpiade tersebut.

“Perenang terbaik akan saling bersaing dan Anda akan melihat beberapa perenang tercepat. Tapi rekor dunia? Saya kira tidak ada. Dengan ditutupnya semua kolam, seseorang harus hampir sempurna selama sisa persiapan untuk menciptakan peluang itu.”
“Pendekatan mental akan sangat terganggu. Beberapa orang mungkin tidak bisa melupakan itu. Setiap orang bersikeras bahwa kesehatan fisik kita sempurna, tetapi kesehatan fisik dan mental kita harus diperlakukan sama,” tuntasnya.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.