SPIELBERG – Pembalap Tim Reale Avintia Ducati, Johann Zarco, mengakui tak bisa menghindari perseturuan dengan Valentino Rossi usai mentas di MotoGP Austria 2020. Kecelakaan besar yang nyaris mengancam nyawa Rossi benar-benar membuat VR46 naik pitam.
Seperti diketahui, Rossi mengalami kejadian pahit di motoGP Austria 2020 ketika ia nyaris terhantam motor sebanyak dua kali. Insiden tersebut buntut dari kecelakaan yang dialami Zarco dan Morbidelli hingga membuat motor mereka melayang di atas lintasan nyaris mengenai Rossi.

Zarco yang dianggap menjadi penyebab kecelakaan tersebut pun mengaku bersalah atas insiden yang terjadi di Sirkuit Red Bull Ring pada 16 Agustus 2020. Karena itu, ia mencoba meminta maaf kepada Franco Morbidelli yang terlibat dalam kecelakaan dan Rossi yang nyaris ikut menjadi korban.
Akan tetapi, dua kondisi berbeda ternyata ditemui Zarco saat menemui keduanya dengan maksud meminta maaf. Pembalap Prancis itu mengaku mendapat respons yang baik dari Morbidelli setelah ia mengakui kesalahannya.
Baca juga Meski Kesal dengan Rossi, namun Zarco Tetap Idolakan The Doctor
Sayangnya, hal itu tidak terjadi saat ia menghampiri The Doctor –julukan Rossi. Ia justru mendapat omelan dari Rossi yang merasa kesal dengan situasi tersebut. Namun, Zarco sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ia sangat menghormati Rossi.
Bahkan Zarco pun sangat memahami kemarahan yang dirasakan Rossi terhadapnya. Karena itu, ia merasa kata-kata yang telah dikeluarkan Rossi adalah hal baik untuknya dan tidak pernah menganggap VR46 sebagai orang yang jahat.
“Saat bicara dengan Franco, situasinya baik-baik saja karena kami punya hubungan yang sangat baik. Saat bicara dengan Vale, saya pikir situasi akan lebih baik, tetapi ternyata tidak,” ungkap Zarco, mengutip dari Corsedimoto, Senin (31/8/2020).
“Meski begitu ini bukan berarti Vale jahat melainkan selalu selangkah lebih maju dari yang lain. Ini berkat pengalamannya,” tambah mantan pembalap KTM tersebut.

“Vale tak hanya hebat di atas motor. Ia hebat dalam semua hal. Saya masih menjadi penggemarnya. Jika ia tak mengendarai motor, ia pasti tetap hebat dalam kehidupan secara luas,” lanjutnya.
“Ia sosok yang menarik, dan itulah yang saya pelajari darinya, selalu tersenyum. Saya masih merasa ia orang yang baik,” pungkas pembalap berusia 30 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.