Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Johann Zarco Ternyata Sempat Ragu Gabung Reale Avintia

Andika Pratama , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2020 |07:11 WIB
Johann Zarco Ternyata Sempat Ragu Gabung Reale Avintia
Johann Zarco (Foto: Laman resmi MotoGP)
A
A
A

SPIELBERG – Pembalap Reale Avintia, Johann Zarco, tampil apik di MotoGP Republik Ceko 2020. Zarco mampu menyegel posisi ketiga pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Brno, Minggu 9 Agustus 2020 tersebut.

Zarco sebelumnya tidak akan pernah mengira bisa naik ke podium bersama Avintia. Sebab, Avintia bukanlah tim yang kompetitif di MotoGP. Sepak terjang Avintia bahkan membuat Zarco ragu untuk menerima pinangan mereka pada akhir musim lalu.

Johann Zarco (Foto: Laman resmi MotoGP)

Zarco tidak langsung setuju saat Avintia datang menawarinya kontrak. Pembalap berpaspor Prancis itu pun tidak menyesali tindakannya dulu karena ia tidak mau lagi mengalami pengalaman pahit di MotoGP 2020.

Karier Zarco di MotoGP 2019 hancur bersama KTM Red Bull. Pembalap berumur 30 tahun itu gagal menunjukkan performa bagus meski didukung motor dari tim pabrikan, seperti RC16 milik KTM.

BACA JUGA: Johann Zarco Bawa Bekal Positif ke MotoGP Austria 2020

Hasil tidak memuaskan membuat KTM memutus ikatan kerja sama dengan Zarco pada pertengahan musim lalu. Setelah absen dalam beberapa balapan, Zarco kembali tampil usai menerima tawaran dari LCR Honda untuk menggantikan Takaaki Nakagami yang cedera.

Zarco pun tampil pada tiga balapan terakhir musim lalu. Tawaran dari Avintia datang pada balapan pamungkas tetapi Zarco tidak langsung setuju bergabung. Pembalap berumur 30 tahun itu baru menerima pinangan Avintia setelah tahu Ducati selaku tim induk akan memberikan dukungan penuh di MotoGP 2020.

“Saya benar meragukan tim (Avintia) tahun lalu karena saya banyak berjuang selama musim lalu (dengan KTM) dan saya tidak ingin berjuang lebih keras lagi. Mereka (Avintia) juga tidak mendapatkan hasil yang bagus pada musim lalu," kata Zarco, menyadur dari Motorsport, Kamis (13/8/2020).

"Tapi, mereka juga seperti tim pribadi, bukan tim satelit. Ini bukan investasi yang sama dari Ducati dan pada level ini semuanya sangat mahal dan semua bagian pada motor, semua detail sangat penting. Sekarang, Ducati menangani semua detail di tim dan kami dapat melihat bahwa semua teknisi Ducati memperhatikan, ditambah mekanik penuh semangat dan bekerja dengan baik,” tuturnya.

"Hasil kurang bagus di masa lalu bukan karena pekerjaan buruk dari mekanik (Avintia) sebelumnya, hanya saja mereka selalu sangat terbatas dalam anggaran dan tidak memiliki bagian terbaik untuk bersaing. Jadi itulah mengapa mereka sangat kesulitan,” ucap pembalap berumur 30 tahun itu.

"Sekarang saya senang memberikan hasil bagus ini (podium ketiga) kepada Avintia. Akhir pekan lalu sangat nyaman karena seorang mekanik atau teknisi memiliki hasrat yang besar, ketika pembalapnya bekerja dengan baik, semua tim bahkan lebih kuat,” pungkasnya.

(Ramdani Bur)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement