Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Capirossi: Marquez Hanya Bisa Dihentikan oleh Cedera dan Kecelakaan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 07 Januari 2020 |05:52 WIB
Capirossi: Marquez Hanya Bisa Dihentikan oleh Cedera dan Kecelakaan
Marc Marquez baru bisa terhenti jika mengalami cedera parah (Foto: Twitter/Marc Marquez)
A
A
A

BOLOGNA – Dominasi Marc Marquez dalam tujuh musim terakhir di MotoGP memang mengagumkan. Betapa tidak, The Baby Alien sanggup menyabet enam gelar juara dunia pada tujuh musim terakhir! Catatan tersebut diprediksi eks pembalap MotoGP, Loris Capirossi, belum akan berakhir.

Sejak naik kelas ke MotoGP pada 2013, Marc Marquez sudah mencatatkan enam gelar juara dunia, 56 kali kemenangan seri, 62 pole position, dan 95 podium. Dengan usia yang masih sangat muda, yakni 26 tahun, hegemoni itu diyakini akan berlangsung lama.

Marc Marquez kini mulai jarang terjatuh

Baca juga: Jorge Lorenzo: Kendalikan Ambisimu, Marc Marquez!

Loris Capirossi mengatakan, keganasan Marc Marquez di lintasan balap MotoGP akan sulit dibendung. Hanya ada satu faktor yang bisa membuat pembalap berpaspor Spanyol itu kesulitan untuk meneruskan kegemilangan, yaitu cedera.

“Balap motor adalah olahraga yang bisa melukai diri Anda. Kecepatan motor sangat tinggi dan para pembalap hanya mendapat perlindungan minimal dari jaket dan helm. Ketika Anda terjatuh pada kecepatan tinggi, cedera akan selalu mengintai,” tutur Loris Capirossi, dikutip dari Corse di Moto, Selasa (7/1/2020).

“Menurut saya, hanya kecelakaan parah saja yang bisa hentikan Marc Marquez dari catatan rekor. Sayangnya, dia sudah mulai jarang terjatuh ketika balapan. Dia lebih sering celaka saat latihan dan tes karena selalu berusaha mencari batasan dari motor,” pungkas pria berpaspor Italia itu.

Loris Capirossi menilai Marc Marquez sulit dihentikan (Foto: MotoGP)

Marc Marquez memang sudah membalap dengan penuh perhitungan pada beberapa tahun terakhir. Pembalap Repsol Honda itu kerap bermain aman demi meminimalkan risiko cedera ketika terjatuh. Pengalaman buruk, yaitu gagal menjadi juara dunia pada MotoGP 2015, membuat Marquez akhirnya mengubah cara pandang terhadap balapan.

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement