CLERMONT-FERRAND – Sirkuit Assen siap untuk menggelar seri kedelapan kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia bertajuk MotoGP Belanda 2019. Trek sepanjang 4,542 kilometer (km) itu dianggap sebagai Kuil Suci bagi MotoGP karena rutin menjadi tuan rumah sejak 1949.
Assen memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dua sirkuit sebelumnya, yakni Mugello di Italia dan Catalunya di Spanyol. Sirkuit Assen lebih banyak berbicara soal teknik membalap sehingga tenaga mesin tidak terlalu dibutuhkan.

(Baca juga: Jadwal MotoGP Belanda 2019)
Ban belakang motor akan bekerja sangat keras sepanjang 26 putaran balapan. Untuk itu, penyedia tunggal ban untuk MotoGP, Michelin, membawa ban belakang berjenis asimetris dengan lebih keras di sebelah kanan untuk semua kompon (soft, medium, dan hard) mengingat Assen memiliki enam tikungan ke kiri dan 12 ke kanan.
Sementara untuk ban depan, Michelin menyediakan ban berdesain simetris untuk ketiga kompon tersebut. Demi mengantisipasi cuaca hujan, pabrikan asal Prancis itu membawa ban basah soft dan medium. Sama seperti ban kering, desain ban depan simetris, sementara ban belakang asimetris.

“Assen adalah trek yang membutuhkan teknik tinggi sehingga kami menyiapkan pilihan ban dengan cara yang berbeda. Ban belakang akan dipaksa bekerja keras karena banyaknya tikungan cepat dan lembut sehingga para pembalap butuh daya cengkeram yang konsisten,” papar Direktur Balap Roda Dua Michelin, Piero Taramasso, mengutip dari Speedweek, Rabu (26/6/2019).
“Para pembalap juga senang mendorong motor sepanjang balapan. Kami yakin akan terjadi balapan yang ketat dari awal hingga akhir,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.