nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PB Taekwondo Indonesia Gelar Munas Ke-9 di Bandung

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 27 April 2019 20:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 27 43 2048868 pb-taekwondo-indonesia-gelar-munas-ke-9-di-bandung-cxJaSDLBeI.jpeg PBTI gelar Munas ke-9 di Bandung, Jawa Barat (Foto: Ist)

BANDUNG – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX Taekwondo Indonesia Tahun 2019 di Maja House Hotel, Bandung Jawa Barat, selama 2 hari ke depan, sejak Sabtu(27/4/2019).

Munas kali ini mengusung tema 'Kita Wujudkan Semangat Revitalisasi Pembinaan dan Pemantapan Organisasi Taekwondo Indonesia Menuju Prestasi Dunia,' dan diikuti seluruh Pengurus PBTI dan 34 Pengprov di seluruh Indonesia.

Munas dibuka langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PBTI, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Salah satu agenda Munas adalah pemilihan Ketum yang baru.

Ada dua kandidat calon yang bersaing untuk menjadi Ketum PBTI periode berikutnya yaitu Letjen TNI (Purn) M. Thamrin Marzuki dan Dirck Richard. Namun, saat acara Welcame Dinner di Grand Mercure Hotel, Jumat 26 April 2019 sebelum pelaksanaan Munas, Dirck Richard menyatakan mundur sebagai calon Ketum PBTI.

Ketum PBTI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang akan segera mengakhiri masa baktinya, dalam sambutannya menyampaikan, Munas kali ini bernilai strategis dalam kepemimpinan dan penentuan program PBTI empat tahun ke depan. "Bernilai strategis, karena disamping menyusun strategi program pembinaan 4 tahun ke depan, Munas juga akan memilih Ketua Umum baru yang akan membawa gerbong taekwondo Indonesia 4 tahun yang akan datang," jelas Marciano, Sabtu (27/4/2019).

Marciano juga menjelaskan sejumlah capaian PBTI periode 2025-2019 diantaranya, penyelenggaraan Asian Games 18 yang didahului tes event 10 negara, Indonesia Open Riau, Sea Games 2015 dan 2017, PON 2016, Kejurnas junior dan senior serta tryout Pelatnas ke Asia dan Eropa.

Selain itu, tambah Marciano, juga dilakukan Diklat Wasit Nasional, memperlancar UKT dan sertifikasinya, pelantikan sejumlah Pengprov, penyusunan Peranti Lunak Pembinaan Personel dan dukungan perlengkapan ke Pengprov secara prioritas.

Namun demikian, Marciano mengaku, capaian sejumlah keberhasilan tersebut masih harus ditingkatkan pada periode berikutnya. "Dari uraian di atas, tentu masih belum sempurna dan ada kekurangan, ini selalu kita upayakan perbaikan," jelasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini