nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Juara Proliga 2019, Pelatih Tim Putra Surabaya Samator Ungkap Kunci Sukses

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 14:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 25 43 2022503 juara-proliga-2019-pelatih-tim-putra-surabaya-samator-ungkap-kunci-sukses-v7eDOI5Dl5.jpg Surabaya Bhayangkara Samator. (Foto: Instagram Surabaya Bhayangkara Samator)

YOGYAKARTA – Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator sukses merengkuh gelar juara di ajang Proliga 2019. Pelatih Surabaya Samator, Ibarsjah Djanu Tjahjono, pun membeberkan kunci sukses menundukkan Jakarta BNI 46 di partai pamungkas.

Ibarsjah mengatakan kunci utama atas keberhasilan tersebut adalah memanfaatkan dengan baik kelengahan para penggawa Jakarta BNI 46. Ia berusaha mengamati dengan baik pola permainan lawan. Karena itu, meski tertinggal di awal, Surabaya Samator akhirnya bisa membalikkan keadaan dan berhasil keluar sebagai kampiun.

Surabaya Bhayangkara Samator

Selain memahami kelemahan lawan, faktor mental diakui Ibarsjah juga memainkan peran penting atas kesuksesan Surabaya Samator mempertahankan gelar juara di ajang Proliga. Sebagai juara bertahan, Ibarsjah merasa anak asuhnya jauh lebih siap menghadapi tekanan yang terdapat di partai final. Kondisinya dianggap sedikit berbeda dengan Jakarta BNI 46 yang dinilai kurang siap secara mental.

BACA JUGA: Pertahankan Gelar, Tim Putra Surabaya Samator Jadi Kampiun Proliga 2019

Dengan dua hal tersebut, Surabaya Samator pun berhasil menyegel gelar juara setelah menaklukkan Jakarta BNI 46 di partai final. Bermain di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu 24 Februari 2019, Surabaya Samator menang dengan skor 3-1 (23-25, 25-20, 26-24, dan 25-17). Kesuksesan ini membuat Surabaya Samator total telah meraih tujuh gelar juara di ajang Proliga. Ketujuh gelar itu diraih pada 2004, 2007, 2009, 2014, 2016, dan 2018.

Surabaya Bhayangkara Samator

“Untuk hari ini, saya menggoyang fokus BNI pertama kali. Saya langsung masukkan Nicolas untuk menjadi kejutan saja di tim, padahal kami sendiri sebetulnya fokusnya di Nizar. Tapi, saya memancing bagaimana perkembangan tim BNI. Akhirnya dengan saya masukkan Nizar, dengan begitu mudahnya bisa mengatur serangan bertahan,” ujar Ibarsjah, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBVSI, Senin (25/2/2019).

“Selama di Proliga sendiri, kami tiga kali kalah dari BNI. Itu yang memacu saya, bagaimana caranya di final harus dapat, karena kan posisinya di final. Mental juara yang menentukan. Kami siapkan itu dan anak-anak juga sudah biasa bertanding di final jadi lebih siap,” tukasnya.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini