“Kami sudah bisa unggul di gim pertama, namun kami kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Saat bisa menyamakan kedudukan lagi, kami malah kurang tenang lagi,” beber Hardianto, menyadur dari laman resmi PBSI, Rabu (7/11/2018).

"Lawan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kekalahan tadi lebih dikarenakan faktor kami yang banyak kesalahan sendiri, sudah unggul jauh, namun pengembalian kami banyak yang mengambang dan kami banyak mengarahkan bola ke atas, sehingga mudah untuk diserang lawan. Itu terjadi karena kami kurang tenang dan tidak bisa kontrol. Jadi panik dan arah pengembaliannya tidak tepat," jelas Berry.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.