Kritik Referendum Kemerdekaan Catalunya, Nadal: Spanyol Lebih Kuat jika Bersatu

Rafael Nadal (Foto: Mike Segar/REUTERS)

Rafael Nadal (Foto: Mike Segar/REUTERS)

BARCELONA – Petenis kebanggaan Spanyol, Rafael Nadal, mengaku tidak setuju dengan referendum kemerdekaan Catalunya yang dimulai oleh aktivis pro-separatis setempat pada 1 Oktober 2017. Referendum itu sendiri dilarang pemerintah Spanyol dan Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Nadal pun ikut memberikan pernyataan tegas dengan mengatakan Catalunya telah menjadi bagian dari Spanyol sejak awal.  Nadal sendiri berasal dari Mallorca, salah satu pulau di Balearic, yang juga memiliki kedekatan secara historis dengan warga Catalunya.

“Kita semua tahu Catalunya selalu menjadi bagian dari Spanyol. Saya merasa sangat dekat dengan Catalunya. Saya sendiri berasal dari Mallorca dan menggunakan bahasa yang sama dengan orang-orang di Catalunya,” seperti dikutip dari Think Spain, Rabu (13/9/2017).

Dalam wawancara dengan koran El Mundo, Nadal juga menolak dengan keras tindakan pro-separatis yang dinilai merusak hukum yang ada. Peraih 16 trofi Grand Slam itu mengatakan Catalunya akan lebih kuat jika tetap menjadi bagian Spanyol.

“Saya rasa yang terjadi pada 1 Oktober berada di luar jalur. Menurut pandangan saya, semua orang harus menghormati hukum. Tidak ada yang berhak melawan hukum hanya karena merasa tidak ingin menaati aturan,” timpal Nadal.

“Saya ingin Catalunya tetap bersama Spanyol. Saya percaya jika kita semua bisa memahami satu sama lain, maka kita semua akan jauh lebih kuat bersama-sama dibandingkan memisahkan diri,” tandas petenis nomor satu dunia itu.

(Ram)