SUKSES membantai Denmark 8-1 dan membawa Piala Thomas 1973 ke Indonesia, namun tak menjadi kegemilangan Rudy Hartono pada final yang berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 1973. Hilangnya satu poin yang diambil oleh Denmark akibat kegagalan Rudy dari tunggal putra Denmark Svend Pri.
Posisi Indonesia pada 1973 bisa dikatakan sebagai super power-nya bulu tangkis dunia. Dan saat itu posisi Rudy sedang berada di puncak dengan membawa gelar keenam All England di tahun yang sama.
Bermain di Istora Senayan, Jakarta menjadi keuntungan lebih bagi Indonesia tampil di hadapan publik sendiri. Pada hari pertama, Indonesia menurunkan tunggal putra Muljadi menghadapi Elo Hansen. Bermain tiga set, Muljadi membuka poin pertama bagi Indonesia dengan skor 15-6, 10-15 dan 15-10.
Namun, apa yang terjadi di pertandingan kedua, tanpa disangka-sangka Rudy kalah di tangan Pri. Sekali lagi, posisi Rudy saat itu adalah pemain yang sangat ditakuti dunia. Bahkan Pri sesungguhnya merupakan tunggal kedua Denmark yang kelasnya bisa dikatakan jauh dari Rudy.
Perjuangan Pri pun patut diacungi jempol. Bola-bola sulit Rudy mampu dikejar dengan jatuh bangun oleh Pri. Pemain Denmark itu pun merebut set pertama 12-15 dan terlihat sengaja melepas set kedua untuk Rudy dengan skor 15-5.
Set ketiga, Pri tampil habis-habisan dan pertandingan berlangsung sangat ketat. Lebih lagi Rudy berkesempatan meraih match point 14-11. Namun Pri berhasil mengejar dan malah melaju hingga 14-16. Rudy pun akhirnya menyerah di tangan Pri dengan skor 15-17. Skor imbang 1-1.
Pri pun histeris bukan kepalang, ia melepas kaosnya dan berlari keliling lapangan seolah Denmark sudah menang. Penonton pun tampak kecewa dan tak percaya jika Rudy kalah. Tak terpengaruh, pada partai ketiga hingga keempat Indonesia membuat kemenangan 3-1 lewat dua ganda putra yakni Christian Hadinata/Ade Chandra dan Rudy/Tjun Tjun.
Pada hari kedua Indonesia sudah memastikan diri menjadi juara di partai kedua. Amril Nurman dan Muljadi menjadi partai penentu kemenangan Indonesia merebut Piala Thomas 1973. Muljadi yang menjadi penentu malah berhasil mengalahkan Pri yang sebelumnya menaklukkan Rudy. Skor telak pula 15-11 dan 15-1.
Dengan kepastian Indonesia memenangkan Piala Thomas, Elo dari Denmark yang akan berhadapan dengan Rudy mengundurkan diri. Kemudian dua kemenangan lain di bawa Indonesia lewat dua nomor ganda kembali dengan pasangan yang sama.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.