Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sama-Sama dari Solo, Pembalap Muda Ini Enggan Ikuti Jejak Rio Haryanto

Agregasi Solopos , Jurnalis-Rabu, 21 Desember 2016 |12:06 WIB
Sama-Sama dari Solo, Pembalap Muda Ini Enggan Ikuti Jejak Rio Haryanto
Diptya Oktadewa
A
A
A

Dicky melihat tak mudah mencari sponsor untuk pembalap di Indonesia. Padahal untuk merangkak ke F1, pembalap perlu melalui sejumlah ajang seperti GP3 dan GP2. Hal itu juga dilakukan Rio Haryanto sebelum menembus kursi Manor Racing musim ini. Rio butuh enam tahun untuk bisa membalap di ajang jet darat sejak mengikuti GP3 pada 2010.

“Jadi saya lebih mengarahkan Dio agar menjadi pembalap touring. Ajang itu juga tak kalah prestisius jika Dio mampu menembus Asia Touring Car atau kejuaraan serupa di Eropa,” ujarnya.

Dengan talenta yang dimiliki Dio, Dicky optimistis dua atau tiga tahun lagi anak asuhnya itu dapat mengikuti kejuaraan touring internasional. Untuk tahun depan, pihaknya masih fokus menjuarai Rok Cup 2017 yang berisi 15 seri balapan. Rok Cup digelar di sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Taiwan dan Tiongkok.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement