MONZA – Pembalap Red Bull Racing (RBR), Max Verstappen, mengaku jika dirinya bukanlah salah satu penggemar perangkat Halo. Halo sendiri merupakan suatu sistem keamanan yang digagas Formula One (F1) untuk melindungi para pembalap dari benturan ketika kecelakaan.
F1 membuat sistem tersebut, setelah melihat kecelakaan yang menewaskan Jules Bianchi pada musim 2015. Hal tersebut menggugah para petinggi F1 untuk menciptakan suatu alat pengaman baru untuk melindungi kepala sang pembalap, karena menilai sistem keamanan helm saja tidak cukup untuk melindungi bagian vital para pembalap.
Pembalap berusia 18 tahun tersebut menjadi salah satu pembalap yang mencoba sistem halo saat berlaga di Monza. Kabarnya Federasi Internasional Automotif (FIA) akan menerapkan sistem tersebut untuk F1 musim 2018.
“Sangat sulit untuk masuk dan keluar dari mobil ketika menggunakan teknologi Halo. Selain itu jarak pandang saya untuk melihat spion juga sangat terbatas karena terhalang pengaman tersebut,” ungkap Verstappen, sebagaimana diberitakan Sportsmole, Rabu (6/9/2016).
“Saya pikir masih banyak waktu untuk mengembangkan teknologi ini. Mungkin saja F1 akan melakukan perubahan yang terbaik terhadap benda ini, atau mungkin melepasnya dari mobil kami,” tambahnya.
(Leonardus Selwyn)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.