ARIZONA – Legenda tinju dunia, Muhammad Ali meninggal dunia pada usia 74 tahun. Sebelum meninggal, Ali sempat dirawat di Rumah Sakit Phoenix, Arizona, Amerika Serikat (AS). Selain menjadi seorang petinju berbakat, Alli juga menjadi seorang tokoh politik yang kontroversial semasa hidupnya.
Peraih tiga kali juara dunia tinju kelas berat itu telah menderita penyakit parkinson selama tiga dekade. Kondisi neurologis secara perlahan merampas seluruh kemampuan fisiknya. Setelah 32 tahun bergelut melawan penyakitnya, kini sang legenda harus tutup usia.
Sebagaimana diberitakan Nbcnews, Sabtu (4/6/2016), sebuah upacara pemakaman rencananya akan diselenggarakan di kampung halamannya di Louisville, Kentucky.
Lahir di Classius pada 17 Januari 1942, Ali sudah mulai diperkenalkan dengan dunia tinju sejak berusia 12 tahun oleh kedua orangtuanya. Ali juga sempat meraih sarung emas pada 1960 di Roma, di tempat yang sama pula ia sukses meraih gelar juara Light Heavyweight.
Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Ali sempat menentang tindak rasisme di Amerika Serikat setelah melemparkan medali emas olimpiade ke sungai. Pada saat itu ia menentang keras usulan Donald Trump untuk melarang umat Islam memasuki Amerika Serikat. Hal tersebut membuat pria ini marah dan mengecam tindakan tersebut pada 1960-an.
(Leonardus Selwyn)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.