Game ketiga ini akhirnya benar-benar berjalan sesuai ekspektasi seperti harapan banyak orang seiring kebangkitan Pelita di kuarter keempat. Di lima menit awal, Kelly Purwanto dan kolega secara luar biasa mampu memangkas selisih angka hingga hanya tertinggal satu bola, 54-56.
Selisih dua angka terus dijaga CLS hingga memasuki dua menit terakhir. Namun, tembakan dua angka pemain CLS, Rachmad Febri Utomo dari posisi sulit membuat CLS unggul 62-58. Momen ini membuat mental anak-anak Pelita jatuh.
CLS pun sukses menjaga keunggulan mereka di satu menit terakhir. Strategi foul game yang coba dijalankan Pelita tak berjalan baik. CLS mampu menambah lima angka, sementara Pelita hanya tiga. Lagapun berakhir dengan skor 67-61 untuk keunggulan CLS.
Sekadar informasi, pada game pertama CLS sebenarnya takluk dengan skor 70-77 atas Pelita. Namun, mereka mampu bangkit di game kedua dan menang 59-54. Tren positif berlanjut di game ketiga dan mereka akhirnya jadi juara IBL. Tak ketinggalan, andalan CLS, Jamaar Johnson pun terpilih sebagai MVP untuk musim 2016.
(Rully Fauzi)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.