NAMA besar dan muka Indonesia di ajang All England 2016 yang berlangsung di Birmingham, Inggris, beberapa waktu lalu terselamatkan oleh ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Karena pencapaiannya tersebut, Praveen/Debby pun diberikan penghargaan oleh Djarum Foundation.
Perjuangan Praveen/Debby dalam memenangkan All England memang tidak mudah. Mereka harus melawan para ganda campuran dari negara-negara unggulan, seperti Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China.
Pertemuan Praveen/Debby dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei terjadi di babak semifinal. Meski lawan lebih diunggulkan, Praveen/Debby mampu membuat kejutan dengan menang melalui dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-16 dalam duel yang terjadi selama 47 menit.
Praveen/Debby keluar sebagai juara nomor ganda campuran All England 2016 usai mengalahkan pasangan asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Praveen/Debby menang melalui straight set dengan skor 21-12 dan 21-17 dalam kurun waktu 43 menit.
Djarum Foundation sangat mengapreasiasi kerja keras Praveen/Debby yang kembali mampu membanggakan nama Indonesia. Alhasil sebagai bentuk apreasiasi kepada pemain binaan PB Djarum, Praveen/Debby pun mendapat bonus sebesar Rp500 juta.
Pemberian apresiasi ini disebut sebagai komitmen Djarum Foundation kepada pemain berprestasi. Sebagai pemain binaan PB Djarum, maka Praveen/Debby dinilai memang sudah selayaknya menerima penghargaan ini.
Kini, setelah meraih gelar juara di ajang bulutangkis tertua di dunia, Praveen/Debby pun bertekad melanjutkan prestasinya di ajang Olimpiade 2016. Pada olimpiade yang akan berlangsung di Rio de Janerio, Brasil, tersebut, Debby merasa inilah saat yang tepat bagi ia dan Praveen untuk bisa membalas jasa dan gantian memberi suatu kebanggaan kepada klub yang selama ini telah berjasa untuk mereka. Karena itu, ia pun termotivasi untuk terus berupaya mengukir prestasi besar.
(Zanel Farha Wilda)