nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sensasi Michael Jordan "Mini" (Bagian II - Habis)

Randy Wirayudha, Jurnalis · Selasa 30 Desember 2014 16:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 12 30 36 1085751 sensasi-michael-jordan-mini-bagian-ii-habis-aUVMbOcZol.jpg Jahmani Swanson (kedua dari kanan) (Foto: Pinterest)

NEW YORK – Kecil-kecil cabe rawit. Kendati tubuhnya kerdil bak kurcaci, Jahmani Swanson jago main basket dan sejumlah video-videonya di dunia maya, turut mengundang kekaguman dari para selebriti di Amerika Serikat.

Pada bagian pertama pada artikel sebelumnya, sudah dipaparkan bagaimana Swanson acap diremehkan banyak orang, sampai soal Michael Jordan sebagai inspirasi dan idola masa kecilnya.

Nama sang legenda Chicago Bulls itu pula yang melekat pada diri Swanson, di mana banyak orang yang menjulukinya sebagai Michael Jordan “mini”.

Sejumlah figur ternama seperti Jamie Foxx, R. Kelly, David Beckham sampai Lamar Odom dan Khloe Kardashian, adalah sedereta nama-nama tenar yang mengaku kagum pada sosok Swanson.

“Saya bertemu banyak selebriti di pertandingan basket dan event amal karena saya selalu diundang berkat beberapa video saya. Lucunya, para selebriti itu sangat ingin berfoto dengan saya seperti halnya saya sangat ingin berfoto dengan mereka,” aku pebasket berpostur empat kaki dan lima inci itu.

“Saya sempat berfoto dengan David Beckham yang bilang pada saya bahwa dia salah satu penggemar saya. Lamar Odom dan Khloe Kardashian sangat senang dengan video-video dan permainan saya, jadi mereka sering mengajak saya ‘nongkrong’. Dia (Odom) pebasket yang bagus dan sangat menyenangkan bertemu mereka,” lanjutnya.

Tak hanya saling mengidolai, sejumlah selebriti itu juga sering jadi teman atau bahkan lawan Swanson di beberapa pertandingan eksebisi atau amal. Jamie Foxx dan R. Kelly contohnya yang bahkan, disebutnya juga punya bakat dalam basket.

“Saya bermain melawan Jamie Foxx di New York, dia sangat karismatik di lapangan dan pemain yang hebat. R Kelly senang menembak bola jarak jauh ketika saya bertemu dengannya di LA (Los Angeles). Dia juga sangat berbakat,” sambung Swanson kepada Mirror.co.uk, Selasa (30/12/2014).

Selama ini, Swanson sudah jadi pebasket profesional dengan bermain di sebuah tim kecil di Manhattan, New York. Tapi jika sedang tak punya jadwal padat, pria berusia 29 tahun itu sering mendatangi banyak sekolah sebagai motivator “dadakan”.

“Saya mengatakan pada anak-anak bahwa saya bisa melewati banyak hal dan saya bilang bahwa mereka juga bisa mencapainya. Jika ada seorang anak yang hanya punya satu tangan dan bilang tak bisa bermain basket, maka dia harus bertemu saya dan dia akan sadar bahwa dia bisa melakukannya,” tutupnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini