nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sensasi Michael Jordan "Mini" (Bagian I)

Randy Wirayudha, Jurnalis · Selasa 30 Desember 2014 10:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 30 36 1085552 sensasi-michael-jordan-mini-bagian-i-v84HmTdPeW.jpg Jahmani Swanson (kanan) (Foto: Twitter @RobertRobi2)

NEW YORK – Posturnya memang hanya empat kaki dan lima inci (sekira 1,35 meter), namun Jahmani Swanson sudah punya sebutan Michael Jordan-nya “kurcaci”. Jangan sepelekan kekurangan fisiknya lantaran skill-nya jadi sensasi dan memukau banyak figur ternama di Amerika Serikat.

Swanson yang juga sering disebut Michael Jordan “mini” sudah punya status profesional sebagai pebasket, di sebuah tim kecil di Manhattan, New York.

Selama ini, pebasket berusia 29 tahun itu acap kali jadi bahan tertawaan. Tak jarang yang meremehkan kemampuannya hanya karena kondisi fisiknya. Pun begitu, Swanson mampu mengendalikan emosi dan malah menjadikannya sebagai motivasi lebih.

“Orang-orang selalu meremehkan saya dan itu yang justru sangat memotivasi saya. Banyak orang berpikir bahwa jika mereka lebih besar dari saya, maka mereka bisa begitu saja meremehkan saya. Hanya karena saya kecil, bukan berarti saya lemah,” tutur Swanson.

“Mereka sering menantang saya (main basket) untuk membuktikan bahwa saya tak sebaik yang dipikirkan. Saya senang ditantang dan sudah sering dicemooh sejak usia satu atau dua tahun,” tambahnya kepada Mirror.co.uk, Selasa (30/12/2014).

Bukan tanpa alasan nama Jordan sering dikaitkan dengan Swanson. Legenda hidup basket yang juga mantan maestro Chicago Bulls itu sudah jadi idola Swanson sejak kecil. Saking terinspirasinya, Swanson semasa kecil selalu membawa bola basket sebagai temannya di waktu tidur.

“Saya selalu tidur dengan bola basket ketimbang boneka beruang ketika saya kecil. Saya hanya ingin bisa bermain. Saya penggemar berat Michael Jordan dan jika dia sedang bermain, maka saya pun juga akan bermain,” imbuh Swanson lagi.

“Ibu saya harus sering menegur untuk membuat saya berhenti memainkan bola pada jam 12 tengah malam, karena mereka lelah mendengar pantulan bola dan pecahnya beberapa barang. Basket adalah hal yang sangat saya cintai – basket sudah ada dalam DNA saya,” ungkapnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini