MIAMI - Dunia atletik khususnya cabang olah raga lari dikejutkan dengan kasus doping yang menimpa sejumlah sprinter kenamaan. Dua pelari top dunia, Asafa Powell dan Tyson Gay termasuk di dalam atlet yang tersandung kasus doping.
Asafa dan Gay merupakan dua dari enam sprinter yang terbukti positif menggunakan doping dalam tes yang dilakukan di Jamaika. Sherone Simpson dan Allison Randall merupakan dua pelari asal Jamaika lainnya yang juga tersandung serupa.
Asafa, peraih medali emas nomor 100m pada ajang Commonweatlh Games 2006, terbukti positif doping saat mengikuti Kejuaraan Nasional Atletik di Kingston, Jamaika, bulan lalu. Asafa terbukti mengonsumsi obat perangsang oxilofrine, sebuah zat yang memang dilarang dan termasuk dalam kategori doping.
Asafa sendiri langsung melontarkan bantahan terkait kabar ini. Pelari yang sempat memegang rekor 100m dari 2005-2008 (sebelum dipecahkan Usain Bolt) ini mengaku dirinya tidak dengan sengaja mengonsumsi oxilofrine.
“Saya mengonfirmasi bahwa sampel itu saya berikan di kejuaraan atletik pada Juni lalu mengandung temuan yang merugikan. Kandungan oxilofrine ditemukan, yang mana pihak yang itu dianggap sebagai zat yang dilarang,” tutur Asafa Powell di akun twitternya sebagaimana dikutip IOL Sport, Selasa (15/7/2013).
“Saya ingin menjernihkan semuanya. Saya tidak pernah tahu atau dengan sengaja menggunakan suplemen atas zat yang melanggar aturan. Saya tidak pernah berbuat curang,” tegasnya.
Sementara itu, pelari Amerika Serikat, Tyson Gay juga dihadang kasus yang sama. Dalam sampel A yang diambil dari Gay pada 16 Mei lalu terbukti positif mengandung zat terlarang. Namun, tidak disebutkan zat apa yang terkandung dalam sampel A milik Gay.
Konon, temuan dari badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA) inilah yang membuat Gay memilih mundur pada kejuaraan dunia Atletik di Moskow, bulan depan.
Gay sendiri menolak tudingan tersebut, dia menegaskan tidak pernah dengan sengaja mengonsumsi zat yang dilarang USADA. Peraih dua medali emas pada kejuaraan atletik IAAF pada 2007 ini mengaskan dirinya akan menunggu hasil sambel ‘B’ yang akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
“Saya tidak punya cerita tentang sabotase. Pada dasarnya, saya mempercayakan seseorang dan dia membuat saya kecewa,” ujar Gay.
“Untuk saat ini, saya tidak bisa berbicara masalah ini. Saya tahu persis apa yang terjadi, tapi saya tidak bisa membicarakannya sekarang. Saya harap saya bisa berlari lagi. Tapi saya akan menerima hukuman apapun yang saya dapatkan seperti seorang pria (jika terbukti bersalah),” tutupnya.
Kejadian ini sontak membuat banyak orang terkejut. Sejumlah atlet, komentator televisi hingga pelatih atlet mengaku kecewa dan prihatian dengan kabar di atas.
(Achmad Firdaus)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.