KUDUS - “Ajang audisi beasiswa Djarum yang dihelat 2-4 Juli 2010, diproyeksikan menjadi jawaban atas merosotnya prestasi bulutangkis Indonesia .” Demikian harapan manajer PB Djarum, Fung Permadi.
Harapan besar Fung yang disampaikan pada acara konferensi pers jelang audisi pertama, Jumat (2/7/2010) sore kemarin di GOR Bulutangkis Djarum Jati, Kudus, memang cukup beralasan.
Fung mengaku cukup prihatin dengan prestasi para pebulutangkis Merah-Putih yang dalam beberapa tahun terakhir nyaris selalu gagal mencacatkan prestasi. Terkini , Indonesia gagal memboyong satu pun trofi juara pada event Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010, 22-27 Juni lalu.
Namun, untuk bisa memetik hasil dari beasiswa yang rutin diadakan PB Djarum tiap tahun ini, Fung menilai, masih membutuhkan waktu. Menurutnya, para siswa di PB Djarum masih membutuhkan waktu dan jam terbang yang lebih untuk bisa mengembalikan kejayaan perbulutangkisan Indonesia di mata dunia.
“Ini merupakan ritual tahunan kami, sekaligus komitmen PB Djarum dalam membangun kembali kejayaan Indonesia . Salah satunya mencari bibit-bibit muda Merah Putih,” tegas Fung.
“Audisi ini juga merupakan komitmen kami untuk membina atlet muda jadi atlet dunia,” tambahnya.
“Untuk tahun ke depan, mungkin masih sulit. Mungkin baru dua atau tiga tahun lagi bisa berprestasi,” tandas Fung.
(Achmad Firdaus)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.