nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garuda Bandung Cetak Sejarah

Edy Yuli, Jurnalis · Minggu 27 April 2008 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2008 04 27 36 104401
JAKARTA - Garuda Bandung memang luar biasa. Denny Sumargo dkk untuk kali pertama menembus final IBL 2008 usai mengalahkan Aspac Jakarta, 70-68 di Hall Basket, Senayan, Minggu (27/4/2008) malam WIB.  Garuda berhak ke final dengan keunggulan 2-0 atas Aspac.

Permainan anak-anak Bandung pun layak mendapat applause. Sebab, mereka dapat merebut kemenangan meski sebelumnya tertinggal jauh sejak kuarter awal yakni 18-26 di kuarter pertama, dan 30-46 di kuarter berikutnya.

Namun, ambisi Garuda mencicipi aroma final membuat permainan Denny dkk menggila. Buktinya, mereka berhasil mengunci permainan Aspac yang terlihat lesu di kuarter ketiga. Mereka pun akhirnya bisa memperkecil kedudukan 52-59 di kuarter ini.

Pelatih Garuda Rastafari Horongbal mengatakan, kemenangan bersejarah ini tak lepas dari keberuntungan. Terutama, saat Denny dapat mencetak dua poin di kuarter terakhir sekaligus memberi kemenangan Garuda 70-68.

Pria ramah ini pun bersyukur memasukkan Firmansyah dan Teddy Febianto yang menggantikan Kelly Purwanto akibat cedera. "Permainan mereka tak mengecewakan. Apalagi, kami dapat memanfaatkan momen dengan baik saat Aspac lengah di kuarter ketiga," kata Rastafari usai pertandingan.

Meski demikian, dia bakal menggunakan waktu jeda sebelum bertarung di final untuk kembali memperbaiki performa pemain. Sebab, masih terdapat banyak kesalahan yang telah dilakukan Danny dkk saat menghadapi Aspac.

"Anak-anak sebenarnya tak ada masalah dari segi permainan, tapi ambisi mereka yang bernafsu ingin unggul kembali membuat permainan tim jadi rusak," ujar Rastafari, yang tak takut menghadapi pemenang antara Satria Muda Britama dan Bhineka Solo di pertandingan final four lainnya.

Sementara Denny bersyukur dapat memberi kemenangan Garuda. Pemain yang mencetak poin tertinggi dengan 21 poin ini bahkan enggan disebut pahlawan kali ini. Sebab, menurut mantan punggawa Aspac itu, kemenangan ini merupakan kemenangan tim.

Pemain yang disapa Densu ini hanya optimistis menatap final. "Kami sudah melangkah ke final. Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba," ungkap Densu, yang tak mempermasalahkan insiden pukulan Romy 'Gepeng' Chandra.

Di lain pihak, Asisten Pelatih Aspac Mayckel D. Ferdinandus mengakui kegagalan kali pertama lolos ke final IBL ini disebabkan pemain lengah di kuarter ketiga. Padahal, Aspac unggul 16 poin atas Garuda.

"Saya sebelumnya berpesan kepada anak-anak jangan menganggap remeh mereka. Apalagi, Garuda merupakan pemain bagus dengan materi pemain yang komplet," cetusnya.

Namun, menurutnya, pemain Aspac tak mengindahkan hal itu. Alhasil, Garuda sering kali melakukan fast break yang membuat mereka dapat mengejar ketertinggalan. Keluarnya Andri Ekayana pun menjadi penyebab Aspac kehilangan keseimbangan saat menjalani kuarter akhir.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini