Eksperimen Ganda Putra Malaysia Tak Berjalan Manis, Begini Tanggapan Herry IP

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Rabu 21 Oktober 2026 02:01 WIB
Pelatih ganda putra Malaysia, Herry IP. (Foto: Okezone)
Share :

LANGKAH pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi dalam merombak pasangan anak asuhnya memicu beragam sorotan. Strategi bongkar pasang yang dilakukan pelatih yang akrab disapa Herry IP ini mendatangkan hasil yang kontras, memperlihatkan potensi sekaligus tantangan yang harus dihadapi para pemain.

Pasangan anyar Aaron Tai/Yap Roy King menjadi contoh sukses awal dari perombakan ini. Mengawali debut bersama, duet baru tersebut langsung menyabet gelar juara di ajang Super 500 Arctic Open di Vantaa, Finlandia, dua pekan lalu.

Sayangnya, torehan manis itu belum diikuti secara konsisten oleh racikan pasangan lainnya. Pada turnamen Malaysia Super 100 di Johor pekan lalu, beberapa pasangan baru justru mengalami kesulitan untuk tampil maksimal.

Pasangan Kang Khai Xing/Lok Hong Quan setidaknya mampu menembus babak semifinal. Di sisi lain, nasib kurang beruntung dialami Wan Arif Junaidi/Faiq Haziq Masawi yang harus tersingkir lebih awal di babak pertama.

Herry IP

1. Evaluasi dan Tahap Penyesuaian

Menanggapi variasi hasil tersebut, Herry IP menilai dinamika seperti itu wajar terjadi pada pasangan yang baru dibentuk. Menurutnya, proses penyatuan chemistry dan penyesuaian gaya bermain memerlukan waktu yang tidak singkat.

Herry menegaskan proses perombakan ganda putra akan terus berjalan hingga tahun depan. Ia tetap optimistis bahwa tanda-tanda perkembangan positif mulai terlihat meskipun belum merata di semua pasangan.

"Proses perombakan ini akan berlanjut sampai tahun depan. Saya yakin kita mulai melihat adanya tanda-tanda kemajuan. Semua butuh waktu dan tidak ada yang instan," ujar Herry, mengutip dari New Straits Times, Selasa (21/10/2026).

Herry juga menambahkan para pemain yang berlaga di Malaysia Super 100 memang belum sepenuhnya menyatu dengan baik di lapangan.

 

"Sebagian tampil bagus, tapi ada juga yang belum maksimal. Pasangan baru yang berlaga di Malaysia Super 100 jelas belum sepenuhnya padu," tambahnya.

2. Masalah Cedera

Ekspektasi tinggi sempat ditujukan kepada Aaron Tai/Roy King di Denmark Open 2026 usai menjuarai Arctic Open. Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari seniornya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang akhirnya keluar sebagai runner-up usai menyerah dari ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Di samping masalah kendala teknis penyesuaian, faktor cedera turut memengaruhi performa pemain. Herry mengungkapkan bahwa Wan Arif Junaidi tampil kurang maksimal di Johor akibat cedera bahu yang dideritanya.

Herry IP dan Karen Aprilia

"Arif mengalami masalah pada bahunya dan kondisi fisiknya tidak ideal. Seharusnya dia tidak bertanding, tetapi kami coba di Johor. Ternyata Arif belum fit 100 persen, belum pulih sepenuhnya sehingga tidak bisa melakukan smash penuh," tutup Herry.

Akibat kondisi tersebut, keikutsertaan Arif di Indonesia Masters Super 100 pekan ini resmi dibatalkan. Selanjutnya, Aaron Tai/Roy King akan melanjutkan kiprah mereka di tur Eropa pada ajang French Open yang mulai bergulir hari ini. Sementara itu, pasangan Khai Xing/Hong Quan dijadwalkan bakal bertarung di Indonesia Masters.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya