“Semoga setelah masuk Pelatnas, saya bisa belajar banyak dari senior dan bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya.
Di balik performa impulsif di lapangan, Radithya dikenal memiliki gaya bertanding yang cenderung dingin dan minim gestur berlebihan. Saat ditanya mengenai ketenangannya tersebut, ia mengaku bahwa sikap itu memang karakter bawaannya sejak kecil.
“Semua orang pasti tegang, tetapi memang bawaan saya seperti ini,” lanjut Radithya.
Mengakhiri pernyataannya, Radithya mendedikasikan piala dan medali emas yang didapatnya kepada seluruh pihak yang senantiasa memberikan dukungan bagi kariernya selama ini.
“Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua, om, keluarga besar, klub PB Djarum, dan pastinya untuk Indonesia,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)