Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan MilkLife Festival SenengMinton dirancang untuk membangun ketertarikan anak-anak terhadap bulutangkis sebelum memasuki tahap latihan yang lebih serius. Pendekatan menyenangkan dinilai penting agar mereka memiliki fondasi kuat dalam menekuni olahraga tersebut.
“Konsep utama dari SenengMinton adalah membuat anak-anak menyukai bulutangkis terlebih dahulu. Ketika mereka sudah senang bermain bulutangkis, secara bertahap mereka akan siap menjalani latihan yang lebih advance hingga nantinya meniti karier sebagai atlet,” kata Yoppy.
“Semoga dari proses ini, dalam 10 tahun ke depan akan lahir kembali atlet-atlet berprestasi dari Kudus,” tambahnya.
Ketua Panitia Pelaksana Festival SenengMinton, Yuni Kartika, menilai pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengembangkan minat anak-anak terhadap bulutangkis. Karena itu, peserta tidak hanya diperkenalkan pada permainan dasar, tetapi juga diarahkan untuk mengikuti tahapan pembinaan berikutnya.
Di Kudus, para peserta berkesempatan melanjutkan proses tersebut melalui Kejuaraan SenengMinton. Kompetisi itu menggunakan sistem rally point dengan ukuran lapangan setengah dari lapangan standar, sehingga anak-anak dapat mulai mengenal atmosfer pertandingan sekaligus meningkatkan kemampuan bermain.
“Kami merancang Festival SenengMinton agar siswa kelas 1 sampai 3 menyukai bulutangkis melalui permainan-permainan dasar yang melatih ketenangan, kecepatan, kekuatan, dan ketepatan. Semoga dari langkah ini, kembali lahir juara-juara dunia dari Kudus,” ucap Yuni.