“Lalu yang kedua, memang banyak atlet terutama tunggal putra sekarang yang perkembangannya cukup pesat. Dari beberapa negara mungkin beberapa tahun lalu belum bisa bersaing, tapi saat ini mereka sudah bisa menempatkan beberapa pemainnya di Top 15 bahkan Top 10, itu ada dua sampai tiga gitu," sambung Jonatan.
"Jadi memang perkembangannya sangat-sangat pesat. Mungkin di zaman sekarang juga sport science itu sangat lebih cukup penting. Jadi memang saya rasa hal yang wajar pemain-pemain dari negara-negara tersebut sekarang mulai bisa bersaing," lanjutnya.
Namun terlepas dari kekuatan lawan, Jojo memilih untuk fokus penuh menatap ajang tersebut. Ia menyatakan bakal mempersiapkan diri sebaik mungkin demi mewujudkan ambisinya menghapus rasa penasaran yang sudah bertahan bertahun-tahun.
"Jadi kembali lagi ke diri kita masing-masing, kita bisa menampilkan semaksimal apa untuk bersaing di kompetisi yang saat ini," imbuh Jonatan.
Sekadar diketahui, terakhir kali Indonesia meraih gelar juara di rumah sendiri pada ajang Indonesia Open terjadi pada edisi 2021 lalu. Gelar tersebut tercipta lewat perjuangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dari sektor ganda putra.
(Rivan Nasri Rachman)