ADU prestasi pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dengan Hakim Danish sang rider Malaysia menarik untuk diulas. Apalagi, keduanya kerap dibanding-bandingkan.
Veda mencuri perhatian usai finis posisi tiga pada Moto3 Brasil 2026. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang balap Grand Prix sepanjang sejarah.
Di tengah kehebohan itu, media Malaysia mengklaim Hakim Danish bisa mengikuti jejak Veda. Tentu saja, menarik untuk melihat seperti apa prestasi mereka.
Di kejuaraan itu, Hakim Danish menorehkan empat kemenangan dan 10 podium saat mentas pada kurun 2021-2022. Pembalap asal Kuala Terengganu itu lalu mentas di Red Bull Rookies Cup pada 2023-2025.
Hakim Danish mencatatkan dua kemenangan dan 12 podium. Prestasi terbaiknya adalah finis ketiga di klasemen akhir pada 2025. Ia naik ke Moto3 2026 dan baru menorehkan enam poin dari dua seri.
Bagaimana dengan Veda Ega? Pembalap asal Yogyakarta itu sukses jadi juara Asia Talent Cup pada edisi 2023. Ia mentas di kejuaraan itu pada 2022 dan 2023 yang artinya sempat adu hebat di lintasan dengan Hakim.
Dalam dua musim, Veda mengukir 12 kemenangan dan 16 podium! Bisa dibilang, catatannya lebih oke dari Hakim Danish di Asia Talent Cup. Keduanya juga sempat bersaing di Red Bull Rookies Cup pada 2024-2025.
Pada 2024, Veda finis di urutan delapan dengan satu podium. Sedangkan, Hakim duduk di urutan enam dengan satu kemenangan dan tiga podium.
Tapi, di Rookies Cup 2025, Veda benar-benar menggila. Ia tiga kemenangan dan enam podium hingga finis sebagai runner up. Sedangkan, Hakim hanya satu kemenangan dan tujuh podium sehingga mengakhiri kejuaraan di posisi tiga!
(Wikanto Arungbudoyo)