Sendirian Gendong Tim Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung: Kami Semua Sudah Berusaha Keras

Andika Rachmansyah, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 03:04 WIB
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: PBSI/Badmintonphoto/Mikael Ropars)
Share :

PARIS - Gregoria Mariska Tunjung bisa dikatakan mengendong tim bulu tangkis Indonesia di Olimpiade Paris 2024 lantaran hanya dirinya yang berhasil membawa pulang medali di turnamen tersebut. Gregoria sendiri cukup menyayangkan banyak seniornya yang gagal menyumbang medali, namun ia merasa secara latihan dan usaha, mereka semua sudah berjuang keras.

Gregoria meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 setelah Carolina Marin mundur karena cedera di babak semifinal. Selain menjadi satu-satunya pebulutangkis yang meraih medali, medali itu juga sekaligus menjadi medali pertama yang didapat Indonesia di pesta olahraga terbesar dunia.

Medali yang didapat Gregoria seakan menyelamatkan marwah PBSI. Sebab, lima wakil lainnya harus pulang lebih cepat. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Catatan minor ini jelas membuat PBSI menjadi sorotan utama. Bukan tanpa alasan. Pasalnya, cabor bulu tangkis diharapkan bisa mendulang banyak medali di Olimpiade Paris 2024. Apalagi, bulu tangkis memang memiliki rekam jejak tradisi medali emas.

Gregoria cukup menyayangkan hasil yang didapat bulu tangkis Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Namun, pemain berusia 24 tahun itu mengungkapkan bahwa sejatinya persiapan mereka sudah sangat baik. Dia bercerita kalau semua wakil berlatih sangat keras untuk bisa meraih hasil maksimal di ajang tersebut.

“Sejujurnya mungkin secara hasil sangat disayangkan ya,” kata Gregoria dalam jumpa pers daring pada Kamis (8/8/2024).

“Tapi saya tuh lihat banget selama tur terakhir World Tour sebelum di Olympic kakak-kakak senior semuanya itu persiapannya sangat hebat. Kita latihan satu hari itu bisa tiga kali yang biasa kita kadang latihan dua kali dan itu jamnya kita putar-putar. Kadang yang malam bisa latihan, kadang pagi banget, kadang yang biasanya siang tidur kita siang latihan,” ungkapnya.

“Karena menyesuaikan, kita enggak tahu saat Olympic ini kita main di jam yang mana selalu semua sektor dari tunggal putri, tunggal putra, ganda campuran, ganda putri, ganda putra semua persiapannya sangat baik sejujurnya,” lanjut dia.

Gregoria juga tak menampik ada faktor lain yang membuat rekan-rekannya tidak bisa mencapai hasil terbaiknya. Namun dengan tegas, dia memastikan kalau perjuangan para pemain sudah benar-benar maksimal dalam menatap Olimpiade Paris 2024.

“Cuma mungkin ada faktor-faktor yang itu mungkin tadi ada ketegangan atau ada pressure yang mereka harus lawan, jadi mungkin itu sih. Tapi sangat apresiasi juga dengan kerja keras yang sudah dilalui sama kakak-kakak semuanya,” terang Gregoria.

Sebagai catatan, bulu tangkis Indonesia mengulangi kisahnya seperti di Olimpiade London 2012 yang tidak meraih medali emas. Bedanya, di Olimpiade Paris 2024 ini tim Merah Putih bisa membawa pulang medali perunggu. Karena di edisi 2012, bulu tangkis Indonesia pulang dengan tangan hampa.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya