“Dari sisi kualitas, kemampuan, dan permainan, sebenarnya kami tidak beda jauh. Hanya tadi kami kurang sabar dan buru-buru saja,” ujar Rehan, dilansir dari rilis PBSI.
“Dari awal, lawan memang terus menekan dan kami kurang tahan saja. Apalagi shuttlecocknya juga berat,” sambungnya.
“Selain itu, persiapannya juga kurang maksimal. Karena kami mempersiapkan diri di tengah ikut turnamen,” jelas Rehan.
“Persiapannya dilakukan setelah tersisih dari turnamen sebelumnya. Ini tentu menjadi pelajaran baru bagi kami karena baru kali ini harus mengikuti empat turnamen secara beruntun,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)